Lakukan Advokasi Untuk Orang Hilang, Isteri Pendeta Malaysia Ini Terima Penghargaan

Lakukan Advokasi Untuk Orang Hilang, Isteri Pendeta Malaysia Ini Terima Penghargaan

Puji Astuti Official Writer
930

Isteri dari pendeta Malaysia yang diculik pada tahun 2017 terpilih menjadi salah satu dari 12 wanita yang mendapat kehormatan dianugerahi penghargaan International Women of Courage Award oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Isteri Pendeta Raymond Koh, yaitu Susanna Liew dianugerahi International Women of Courage Award karena dianggap telah berjuang bagi kelompok minoritas religious di Malaysia yang mengalami  nasib yang sama seperti suaminya, dimana mereka diculik dan tidak diketemukan lagi. Kondisi memprihatinkan ini adalah bagian dari persekusi terhadap kelompok minoritas religious di Malaysia. 

Pemberian penghargaan itu dilakukan langsung oleh ibu negara Amerika, Melania Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Pemberian penghargaaan International Women of Courage Award sendiri telah berlangsung  selama 14 tahun dan diberikan kepada para wanita yang "memiliki keberanian luar biasa dan kepemimpinan dalam advokasi terhadap perdamaian, keadilan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan pemberdayaan wanita, yang seringkali disertai resiko dan pengorbanan pribadi."

Selama 14 tahun ini, ada 146 wanita dari 77 negara yang telah menerima penghargaan ini. 

Hilangnya Pendeta Koh

Pendeta Koh dan isterinya Liew mendirikan Yayasan nirlaba yang melayani orang-orang miskin dan kurang beruntung, namun Pendeta Koh diculik di dekat rumahnya di Malaysia Barat pada 13 Februari 2017. 

Pada saat itu ada 3 mobil yang mengelilingi mobilnya. Penculikan ini sempat terekam kamera, namun baik Pendeta Koh maupun mobilnya tidak pernah ditemukan. 

Perjuangan Susanna Liew Mencari Keadilan Bagi Suaminya

Susanna Liew sendiri masih terus mencari keadilan atas hilangnya suaminya dan juga orang-orang yang mengalami nasib serupa pada Malaysian Human Rights Commission’s 2018-2019. Dia tidak berhenti berjuang walau mengalami ancaman dan gangguan dari pihak kepolisian. 

"Meskipun ada gangguan dari pihak kepolisian dan ancaman kematian, ia terus mengadvokasi suaminya dan yang lainnya, bukan karena agama atau keyakinan mereka, tetapi karena hak mereka sebagai warga Malaysia," demikian penjelasan Deplu Amerika Serikat tentang penghargaan tersebut. 

Beberapa Orang Hilang Lainnya

Sebuah lembaga hak asasi Malaysia menduga bahwa hilangnya Pendeta Koh dan seorang aktivis sosial Muslim Amri Che diperkirakan karena ada peran dari lembaga intelijen Malaysia. Walau demikian pemerintah Malaysia belum menanggapi hal ini, dan Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan bahwa pihaknya masih butuh waktu untuk membuat laporan tentang hal tersebut. 

Selain memperjuangkan kasus hilangnya sang suami, Susanna Liew juga memperjuangkan kasus hilangnya Pendeta Joshua Hilmy dan isterinya yang berasal dari Indonesia, Ruth Sitemu yang hilang pada tahun 2016 setelah keluar dari rumah mereka di Kuala Lumpur. 

Malaysia sendiri saat ini berada di urutan ke 40 dalam daftar negara paling buruk dalam melakukan persekusi terhadap  orang Kristen yang dibuat oleh Open Doors Amerika. Kebanyakan orang Kristen yang mengalami persekusi di Malaysia adalah mereka yang aktif melakukan penginjilan. Di Malaysia sendiri penginjilan adalah hal illegal dan bisa dipidanakan. 

Baca juga :
Sudah Satu Bulan Pendeta Malaysia Ini Diculik dan Keluarga Diminta Bayar Tebusan
Pendeta Malaysia Ini Hilang, Polisi Minta Waktu Penyelidikan

Sumber : Christianpost.com

Ikuti Kami