Ngaku-ngaku Lulusan S3 Vatikan, Mantan Kristen Ini Dapat Komen Pedas Dari Romo Katolik

Ngaku-ngaku Lulusan S3 Vatikan, Mantan Kristen Ini Dapat Komen Pedas Dari Romo Katolik

Lori Official Writer
1726

Nama Ustad Bangun Samudra jadi perbincangan panas di media sosial Twitter. Hal ini dimulai ketika seorang warganet membagikan postingan sebuah spanduk undangan pengajian. Menariknya, dia menyoroti tulisan yang tercantum di dalam spanduk yang bertuliskan latar belakang pendidikan Ustadz Bangun Samudra yaitu sebagai mualaf, mantan pastor dan lulusan S3 Vatikan.

Bukannya membanggakan titel tersebut, sang netizen malah meragukannya. Postingan itupun mendapat beragam reaksi dari pengguna lain. Salah satunya adalah Romo Jost Kokoh, yang tampaknya mengenal belum sosok Bangun Samudra.

Melalui postingannya Romo Jost pun menyampaikan teguran yang cukup keras.

"Knp umat beragama disini mudah sekali dibohongi? Contoh jelas: Dia pernah di Seminari Garum-Blitar (SMA) & hanya 1 tahun artinya tdk lulus! Setelah mualaf, tahu2 muncul sbg ustad & mengaku mantan pastor (pastor genius lulusan S3 Vatikan) Anehnya ribuan org lgsg percaya bgitu saja," tulisnya.

Sementara pengguna lain mencoba membuktikan klaim pendidikan S3 Vatikan Bangun Samudra dengan mencarinya di situs pencarian google.

“bahkan vatikan saja gak punya perguruan tinggi,” tulis akun @MirzaAkun itu.

Komentar lain tak kalah menohok. Seorang warganet menyampaikan keraguannya jika sang ustadz pernah berkuliah di sana.

“Bentar dah gue bingung, emang di vatikan ada universitas? Setau gue negara batikan negara terkecil di dunia, terus kalau lulusan S3 Vatikan kuliahnya dimana?”  tulisnya.

Lalu seorang pria bernama Agustinus Marsup pun mengaku bahwa Bangun Samudra adalah adik kelas saat sekolah Seminadi Menengah Garum-Blitar. Dia mengaku jika sang ustadz tersebut hanya bertahan 1 tahun di seminari dan keluar. Dia mengaku kaget karena Bangun Samudra tiba-tiba muncul sebagai ustad dan mengaku mantan pastor dan lulusan S3 Vatikan.

“Tidak tahu sejak kapan dia menjadi mualaf (kalau tidak salah tidak lama setelah keluar dari seminari). Tiba2 muncul sebagai ustad dan mengaku mantan pastor (bahkan di YouTube dikatakan pastor genius lulusan S3 Vatikan). Anehnya ribuan orang percaya. Inilah fakta!” terangnya.


Baca Juga: 

Soal Penolakan Gereja, PGI Minta Revisi Aturan SKB 2 Menteri ke Menko Polhukam

Janji Walkot Bima Arya: Tuntaskan Polemik Penyegelan GKI Yasmin Pertengahan Tahun 2020


Menurut Agustinus, status mualaf yang disematkan oleh Bangun Samudra bukanlah masalah besar baginya. Namun yang paling tidak bisa dia terima adalah klaim soal title pendidikannya yang sama sekali tidak benar.

“Bagi saya bukan masalah mualaf nya karena itu hak pribadi setiap orang. Tapi bahwa mengaku mantan pastor dan lulusan S3 Vatikan adalah sebuah penipuan,” terangnya.

Uniknya, bukan kali ini saja sang ustad rupanya memakai titel tersebut dalam penampilannya. Pada 3 Februari 2018 silam, dia juga menyematkan gelar S2 Vatikan dalam spanduk acara pengajian yang dipimpinnya di sebuah masjid di Sidoarjo, Surabaya.

Dari semua informasi yang dibeberkan warganet, bisa dikatakan jika Bangun Samudra sebenarnya sedang membangun citra dirinya dengan cara instan lewat kontroversi gelar seperti mualaf, mantan pastor dan lulusan S3 Vatikan supaya mudah diterima di kalangannya. Namun sayang hal tersebut justru setara dengan tindakan pembohongan publik.

Terlepas dari benar atau salahnya informasi tersebut, mari belajar untuk menjadi orang-orang yang jujur di masa ini. Karena tanpa kita sadari ada banyak orang-orang cerdas di sekitar kita yang berpikir kritis dan berani mengungkap sebuah fakta.

Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami