Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
406


Salah satu tayangan berjudul No Safe Spaces yang dibawakan oleh penyiar radio dan penulis Dennis Prager dan seorang podcaster ternama dunia Adam Carolla yang dibuat dengan sangat baik, menggambarkan bagaimana kaum muda, terutama pelajar, semakin menolak peraturan yang ada.

Film ini menunjukkan bahwa mayoritas anak muda di bawah usia 26 tahun tidak lagi sepakat dengan undang-undang yang ada. Banyak anak muda yang menganggap jika aturan adalah sesuatu yang mengekang dan mereka mulai memperjuangkan kebebasan versi mereka sendiri, yang pada dasarnya hanya membuat mereka semakin rentan.

Padahal perlu diketahui bahwa aturan itu dibuat untuk memperjuangkan kebebasan terhadap identitas setiap orang sebagai manusia ciptaan Tuhan menurut gambar-Nya, melindungi diri sendiri dan keluarga dari kekerasan. Memakai hak politik untuk berani bicara. Bebas mempraktikkan agama di manapun serta berdebat secara terbuka dan berani dengan berbagai ide yang muncul. Inilah nilai-nilai penting yang dipejruangkan para pasukan perang, para pengunjuk rasa di Hong Kong, dan orang Kristen yang memerangi kelompok teroris di Suriah selama bertahun-tahun.


Baca Juga:

Biar Anak Sukses di Masa Depannya, Yuk Belajar Jadi Ibu Seperti di Film ‘The Blind Side'

Begini 7 Cara Tepat Mendidik Anak Tanpa Harus Hancurkan Karakternya


Nilai-nilai yang dianut oleh sebuah negara dan lembaga adalah detak jantung kebebasan. Sayangnya, anak muda kebanyakan takut dengan kebebasan itu sendiri.

Sikap mental inilah yang membuat lemahnya daya juang anak muda saat ini. Bagaimanapun pemerintah dan lembaga pendidikan bertujuan untuk memperkuat kaum muda dan membangun sistem kekebalan intelektual dan emosional mereka.

Karena itulah, penting untuk mendidik anak muda tanpa harus memakai kekerasan. Kita perlu mengajarkan mereka prinsip-prinsip dasar kehidupan. Jadi gak masalah jika pola didik ini akan membuat anak marah dan bahkan harus mendapatkan kritikan. Karena dengan tantangan itulah anak muda bisa belajar bagaimana menjawab kritik dan membentuk mereka menjadi pribadi yang punya daya juang yang tinggi.

Hadapi Tantangan Perkuat Daya Juang Anak Muda

Manusia akan lebih kuat saat menghadapi beragam tantangan dan pertanyaan. Karena dengan berjuang, anak banyak orang lebih menghargai martabatnya. Dan itulah wujud dari memperjuangkan kebebasan.

Tantangan intelektual, perdebatan budaya, beragama pertanyaan dan jawaban soal agama sangat membantu anak muda untuk memperkuat ketahanannya. Dengan mengajari mereka logika, retorika, sejarah dan disiplin akan membuat anak muda berani menghadapi dunia yang penuh dengan perbedaan, penipuan dan bahkan ancaman.

Karena tanpa landasan yang kuat, mereka hanya akan jadi anak-anak yang mudah menyerah dan lemah.

Saat sosial media dipakai jadi tempat untuk membully dan mempermalukan orang lain, anak muda jaman sekarang kebanyakan akan merasa diserang dan rapuh. Bukannya memilih berjuang untuk mendapatkan kebebasannya, anak muda malah memilih mengakhiri hidup. Ini tentunya realitas yang sangat tragis, tapi benar-benar nyata! Atau saat tayangan-tayangan di Youtube dan media lain banyak digunakan untuk menyerang pikiran anak muda dengan konten-konten pornografi-nya, anak muda kebanyakan terjerat. Akibatnya, pikiran mereka jadi rusak dan masa depan mereka gak lain dianggap sesuatu yang perlu diperjuangkan.

Sudah waktunya, anak muda dididik untuk berjuang dan cerdas secara intelektual dan emosional. Gak ada satupun ruang yang aman bagi anak di dunia ini, karena itulah orangtua perlu memastikan mereka untuk punya daya juang yang kuat.

Sudah waktunya sekolah memberikan anak muda kebebasan berbicara. Sudah waktunya orangtua tidak mengekang anak seperti apa yang dilakukan dalam pengasuhan helikopter. Jangan perlakukan anak sebagai makhluk yang lemah. Karena saat berada di dunia nyata, mereka tidak akan bisa menghadapi tantangan.

Orangtua adalah model generasi tangguh. Karena kebanyakan diantaranya menjalani kebebasan dalam hidup, seperti mengendarai sepeda tanpa helm, duduk di mobil tanpa sabuk pengaman dan tumbuh tanpa ponsel pintar. Hal inilah yang membuat anak-anak jaman dulu sama sekali gak pernah mengalami pengalaman buruk seperti diejek atau dibully di sosial media. Atau saat kamu melakukan tindakan konyol, gak ada teman yang akan menyebarkanya ke semua orang lewat Facebook.

Hidup di generasi saat ini memang menjadikan setiap anak seperti seorang selebritis, dimana mereka diawasi oleh banyak pengintai. Menunggu untuk mengacau dan mempermalukanmu di depan publik.

Sementara konten-konten negatif bisa diakses kapan saja dengan sangat mudah. Seperti konten pornografi yang bahkan membuat banyak anak di bawah umur menjadi kecanduan dan bahkan trauma. Sebagian anak menjadikannya sebagai lelucon dan sebagian lainnya merasa diserang.

Pornografi yang ada di luar sana bisa menghantui hidup anak-anak kita sepanjang hidupnya.

Gak heran kalau anak-anak kita saat ini jauh lebih rapuh dan lemah. Hal ini berarti bahwa mereka butuh dilindungi dari semua ancaman itu. Dan inilah waktunya untuk mendorong mereka untuk meluruskan pandangan mereka tentang kebebasan yang salah dan mengarahkan mereka kepada kebebasan sejati yang menguntungkan hidup mereka.

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

upin ipin 20 February 2020 - 06:10:46

Hewan yang penakut

0 Answer

ria rahmadani 19 February 2020 - 20:05:36

Pengertian dari masalah sosial

0 Answer

Benedicto Morio Wada 18 February 2020 - 14:51:23

Riri Panjaitan

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (2)


7263

Banner Mitra Februari 2020 (2)