Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
694


Seorang gadis remaja Kristen berusia 14 tahun yang tinggal di Koloni Zia, Karachi, Pakistan diculik dan dipaksa menikahi seorang pria.

Menurut laporan beberapa media, gadis bernama Huma Younus ini diculik oleh tiga pria dari rumahnya pada bulan Oktober lalu.

Menyadari kehilangannya, orangtua Younus sudah berusaha untuk melaporkan kepada pihak berwajib. Sayangnya, keberadaan gadis remaja tersebut masih belum ditemukan. Mereka hanya menemukan seberkas surat yang menyatakan kalau dirinya memilih pindah keyakinan. S

Namun, sang ibu Nagina membantah jika surat itu asli. Karena tanggal yang tertera di dalam surat sama persis dengan hari ketika putrinya hilang.

“Kami bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup,” katanya.

Terkait kasus ini, Pendeta Saleh Diego dari Keuskupan Agung Karachi sekaligus pemimpin Komisi Nasional Keadilan dan Perdamaian (NCJP) pun segera mendesak pemerintah dan pengadilan Pakistan untuk melakukan upaya pencegahan tindakan human trafficking yang sangat marak terjadi di Pakistan.

Tabasum, seorang pengacara Kristen di sana juga menilai jika kasus penculikan ini menjadi masalah besar bagi komunitas Kristen. “Tindakan sakral ini bertentangan dengan konsep kerukunan antaragama dan mengancam tatanan multikultural masyarakat dan rasa persaudaraan. Kaum minoritas merasa sangat terluka,” katanya.

Berdasarkan data, kasus penculikan terhadap perempuan muda sudah terjadiberulang kali di Pakistan. Seperti dilaporkan oleh International Christian Concern, sepanjang sembilan bulan terakhir human trafficking sudah mencapai 34 kasus. Korban-korban diantaranya mengalami penculikan, pemaksaan pindah keyakinan, diperkosa dan diserang. 

Paling menyedihkannya, secara keseluruhan kasus human trafficking ini sudah mencapai 629 orang. Mereka dijual dan dipaksa menikah dengan pria asal China.

Kasus-kasus semacam ini terus meningkat selama setahun terakhir di Pakistan.

Dalam sebuah laporan eksklusif, The Associated Press menemukan bahwa 629 korban penculikan kebanyakan adalah Kristen. Diduga kuat kalau mereka dieksploitasi sebagai kaum minoritas di negaranya.

“Minoritas Kristen Pakistan telah menjadi target baru dengan membayar orangtua miskin supaya anak perempuan mereka diijinkan menikah, beberapa diantaranya masih remaja,” tulis dalam berita AP.


Baca Juga:

Anak Gubernur Pakistan Yang Tewas Bela Asia Bibi Ungkap Masih Ada 200 Orang Asia Bibi

Sadis! Setelah Diculik, Remaja Kristen Pakistan Ini Dipaksa Sangkal Iman


Setelah menerima desakan, pemerintah Pakistan pun telah melakukan penyelidikan. Badan Investigasi Federal bahkan telah memburu kelompok perdagangan manusia. Aktivis Kristen, Saleem Iqbal sendiri ikut menyelamatkan beberapa gadis remaja yang sudah dijual ke China. Sementara yang lainnya berhasil dicegah untuk dikirim ke negara lain.

“Beberapa bahkan dipindahkan. Ketika kita berbicara dengan penguasa Pakistan, mereka tidak memperhatikan,” katanya.

Mari terus berdoa supaya kasus-kasus kemanusiaan ini bisa ditanggulangi dengan baik. Dan kita juga berdoa untuk perlindungan kepada kaum minoritas di Pakistan.

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Elisebanadya Widyatomo 24 February 2020 - 18:38:13

Cara menemukan pacar yang seiman

1 Answer

Alfan Septian 24 February 2020 - 14:33:04

Rido menabung di bank pada 3 bulan dengan nominal .. more..

1 Answer

novinus tarigan 23 February 2020 - 18:56:55

Saya sering merasa kuatir akan masa depan dan terk.. more..

0 Answer


adiek sheptina 25 February 2020 - 10:15:45
Saudara, mohon bantuan doa utk saya yang mencari p... more..

Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

Banner Mitra Februari 2020 (3)


7263

Banner Mitra Februari 2020 (3)