Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
659


Jangan kira nikah hanya urusan uang saja. Tapi jauh lebih penting dari itu adalah disetujuinya persyaratan pernikahan baik secara hukum maupun agama.

Nah, belum lama ini pemerintah kembali menerapkan aturan baru bagi calon pasangan yang akan menikah.

Pemerintah baru menerbitkan program sertifikasi perkawinan sebagai ganti dari program sosialisasi Kantor Urusan Agama (KUA) bagi pasangan yang akan menikah.

Pasangan yang ingin menikah diwajibkan mengikuti sertifikasi lebih dulu yang mencakup bimbingan terkait kesehatan reproduksi, konseling pranikah dan persiapan menjadi orangtua.

Untuk tiga hal inilah, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), sebagai pelaksana program akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kementerian Kesehatan sendiri akan fokus dalam memberikan bimbingan terkait kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit termasuk kesehatan janin dan cara merawat anak usia dini. Sementara Kementerian Agama akan fokus dalam memberikan bimbingan pranikah sembari mengurus berbagai surat-surat ijin pernikahan. Bimbingan pranikah ini mencakup, pemberian nasihat dari sudut pandang agama masing-masing.

Baca Juga:

4 Ciri Suami Terobsesi Kesuksesan dan Lupa Tuhan

Si Periang yang Menikahi Si Tenang, Banyak Perbedaan Tapi Bisa Saling Melengkapi!

Lebih jauh lagi, program ini juga dirancang sebagai proyek untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia. Karena itu Menko PMK juga bekerja sama dengan beberapa kementerian lain seperti Kementerian PPPA, KemenkopUKM, dan BKKBN.

Pasangan yang mungkin mengalami masalah rumah tangga nantinya, bisa mendapatkan bimbingan atau solusi dari pemerintah. Misalnya, pasangan belum punya penghasilan tetap dan ingin membuka usaha. Semaksimal mungkin pemerintah akan memberikan bantuan pendanaan untuk membuka usaha.

Meski terkesan ribet, namun Menteri Koodinator PMK Muhadjir Effendy menegaskan bahwa sertifikasi bukan untuk mempersulit pasangan menikah. Tapi fokusnya adalah untuk memberikan wawasan dan menjadi jawaban atas persoalan keluarga Indonesia yang sampai saat ini masih terjadi. Seperti kasus tingginya tingkat kematian ibu dan bayi saat melahirkan, bayi cacat, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perkawinan dini, gizi buruk dan kemiskinan.

Karena itu, pemerintah akan membuat pembekalan ini sefleksibel mungkin. Sehingga pasangan tidak terbebani dalam menjalaninya. Karena setelah dinyatakan lulus sertifikasi, pasangan akan mendapatkan surat keterangan resmi dari pemerintah yang menyatakan pasangan telah layak untuk menikah.

Jadi, apakah kamu berencana menikah dalam waktu dekat ini? Gak usah kuatir, anggap aja aturan ini jadi proses persiapan supaya nantinya kalian mantap menjalani bahtera rumah tangga dengan baik.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

novinus tarigan 23 February 2020 - 18:56:55

Saya sering merasa kuatir akan masa depan dan terk.. more..

0 Answer

Tresia 23 February 2020 - 10:00:21

Shalom.. saya ingin menanyakan info rehab Kristen .. more..

0 Answer

Yehezkiel 23 February 2020 - 00:16:02

Bebas dari pornografi

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (3)


7263

Banner Mitra Februari 2020 (3)