Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
286


Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sleman, Yogyakarta kini mengambil langkah konkrit soal konflik penolakan rumah ibadah yang belakangan ini marak terjadi.

Untuk menyelesaikannya, Pemkab akhirnya memverifikasi aturan pendirian rumah ibadah dan tempat ibadah.

Menurut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sleman, H Wiratno, SE, MM, aturan pendirian rumah ibadah mutlak harus mendapatkan rekomendasi dari FKUB, Kemenag dan Bupati. Sementara untuk tempat ibadah seperti musala, langgar, kapel, sanggar hanya butuh IMB.

“Warga harus bisa membedakan rumah ibadah dan tempat ibadah. Mendirikan Masjid, Gereja, Vihara, Pura harus ada ijin lengkap. Sementara kalau mendirikan (tempat ibadah) musala, langgar, kapel, sanggar dan sebagainya yang diperlukan IMB. Ijin pendirian rumah ibadah harus ada 3 rekomendasi utama yakni FKUB, Kemenag dan Bupati,” kata Wiratno.

Aturan ini sendiri tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12.2 tahun 2019 tentang ijin pendirian bangunan, tempat ibadah dan rumah ibadah di Sleman.

Dia menjelaskan bahwa ada spesifikasi khusus untuk pendirian sebuah rumah ibadah. Seperti jika dibangun di atas tanah kas desa, tanah pemerintah desa (PD) atau tanah kesultanan (SG) pendiri bangunan harus menyertakan bukti kerelaan dari desa dan kekancingan bagi tanah kesultanan.

“Untuk rumah ibadah yang dibangun di atas tanah kas desa harus membuat surat pernyataan kerelaan bahwa tanah kas desa direlakan untuk menjadi rumah ibadah. Jika wakaf, sertifikat milik pribadi, pemilik surat pernyataan mewakafkan, kerelaan tanahnya dijadikan bangunan rumah ibadah. Sementara untuk tanah berstatus SG harus ada kekancingan,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Bantul Larang Rumah Pendeta Jadi Gereja, IMB Selalu Jadi Penyebabnya!

Sementara untuk rumah ibadah yang sudah terlanjur dibangun, FKUB akan memberikan kelonggaran karena bangunan sudah berdiri.

Dari hasil verifikasi yang dilakukan FKUB dan Kemenag terhadap 1000 rumah ibadah, ditemukan bahwa ada banyak diantaranya yang tidak sesuai fungsi.

“Sering juga kami temui di lapangan masjid bentuknya kecil tapi surau, musala bahkan langgar lebih besar dari masjid,” terangnya.

Dengan diterbitkannya aturan baru ini, pemerintah berharap konflik pendirian rumah ibadah ilegal tidak lagi terjadi. Umat beragama di Sleman diharapkan bisa hidup bersampingan dengan rukun.

Sumber : Suara.com | Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Angelika Yenny 20 November 2019 - 20:45:53

Bagaimana kita memperkenalka n adanya aneka pelaya.. more..

0 Answer

Nur Isra 20 November 2019 - 02:46:08

Laporan arus kas Nesreen Co

0 Answer

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 3


7268

Banner Mitra November Week 3