Bersiaplah! Sangkakala Sudah Bertiup, Waktu Tuhan Sudah Dekat

Bersiaplah! Sangkakala Sudah Bertiup, Waktu Tuhan Sudah Dekat

Lori Official Writer
      1764

Imamat 23: 24

Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus.


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 99; Lukas 20; Yehezkiel 2-3

Rosh Hashanah adalah sebuah perayaan tahun baru besar umat Yahudi. Kata ini berasal dari bahasa Ibrani dimana Rosh artinya ‘kepala’ dan ‘shanah’ artinya tahun. Rosh Hashanah sendiri diartikan sebagai kepala suatu tahun, yang merujuk pada hari pertama dalam suatu tahun berdasarkan kalender Ibrani atau Yahudi.

Tahun ini, bangsa Israel merayakan Rosh Hashanah dengan meriah sejak tanggal 29 September sampai 1 Oktober 2019 lalu.

Dalam perayaan ini, suara terompet berbunyi kencang. Hal ini dianggap penting bagi orang Yahudi karena merupakan satu bentuk perayaan Yom Kippur atau Hari Pendamaian.

Di Imamat 23: 24-27, perayaan ini digambarkan sebagai waktu istirahat yang dinikmati dengan persembahan bakaran dan bunyi-bunyian terompet.

Ada juga yang merayakan Rosh Hashanah dengan tiupan sangkakala dengan menggunakan tanduk domba jantan (shofar) di hari pertama di bulan ketujuh (Tishri) tahun kalender agama (Imamat 23: 24; Bilangan 29: 1).

Sangkakala dari tanduk domba ini biasa ditiup di awal bulan Tishri. Sementara sangkakala lain yang terbuat dari perak akan dibunyikan saat hari persembahan korban dan di awal bulan baru (Bilangan 10: 10).

Bagi orang Yahudi, Rosh Hashanah adalah perayaan tahun baru keeempat dan kelima Israel. Mereka percaya di tahun inilah pristiwa pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta terjadi dan menjadi awal mulainya gereja. Perayaan peniupan sangkakala sendiri dipercaya sebagai tanda kedatangan Yesus yang kedua kalinya bagi orang percaya dan masa penghakiman orang-orang yang tidak percaya.

Peniupan sangkakala ini sendiri banyak dibicarakan di Kitab Perjanjian Baru. Seperti tertulis berikut ini:

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Matius 24: 42)

“Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.” (1 Tesalonika 5: 6)

“…dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus..” (Titus 2: 13)

“…demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.” (Ibrani 9: 28)

“Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Petrus 3: 12-14)

Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang menyampaikan tentang bagaimana orang percaya harus senantiasa berjaga-jaga dan siap sedia menanti kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Jadi, mari meyakini kalau perayaan Rosh Hashanah bukanlah satu hal yang kebetulan dimana orang Yahudi percaya bahwa kedatangan Yesus sudah semakin dekat.


Hak cipta Missey Butler, digunakan dengan ijin Cbn.com.

Ikuti Kami