Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
476


Pernikahan adalah sebuah perjalanan panjang, bukan hanya piknik, mungkin seperti itu jika bisa diilustrasikan. Jika piknik atau jalan-jalan, biasanya kan hanya perjalanan satu-dua hari saja, atau paling lama satu minggu. Agendanya pun untuk senang-senang dan istirahat sejenak.

Buat kalian pengantin baru, harus diingat ya bahwa hal itu jauh dari gambaran pernikahan, karena pernikahan adalah perjalanan seumur hidup. Tujuannya pun lebih besar, yaitu untuk menggenapi rencana Allah bersama sebagai satu unit keluarga. Itu sebabnya, banyak orang menyebut pernikahan sebagai bahtera keluarga, karena perjalanan yang jauh dan adanya sebuah tujuan yang jelas.

Dalam perjalanan panjang ini, tentu saja tidak semua hari yang dilalui selalu indah. Kadang ada badai, ada kalanya juga melalui jalan terjal, tetapi ada waktunya juga dimana perjalanan melalui tempat-tempat indah dimana gelak-tawa menghiasi. Untuk itu saat memasuki pernikahan, pasangan suami isteri berjanji di hadapan Tuhan dan jemaat akan setia dalam susah dan senang, baik sakit maupun sehat, hingga maut memisahkan.

Itu adalah sebuah janji yang serius, bagi mereka yang sudah menikah, pasti bisa menjadi saksi hidup bahwa menjalankan janji tersebut tidaklah mudah. Untuk itu sebagai pasangan, kita harus saling mengingatkan bahwa setelah pemberkatan nikah itu, kita bukan lagi dua tapi sudah menjadi satu daging. Itu Yesus sendiri yang bilang loh!

Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Markus 10:6-9)

Nah, buat kamu yang baru saja memasuki pernikahan berikut adalah .. masalah yang akan sering muncul dalam pernikahan dan bagaimana cara mengatasinya:

1# Masalah keuangan

Ada yang bilang bahwa, “uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang.” Secara kasat mata, hal itu benar. Tetapi ada yang harus kita ingat adalah, sebagai orang Kristen yang beriman, kebahagiaan kehidupan kita tidak ditentukan sebanyak apa yang di dompet atau di rekening kita. Kita harus ingat bahwa segalanya butuh Tuhan. Jangan sampai akhirnya uang menjadi fokus kehidupan keluargamu.

Memulai kehidupan berkeluarga dalam kondisi keuangan yang minim memang tidak menyenangkan, tapi percayalah selama kita “mengejar Kerajaan Allah dan kebenarannya,” maka berkat keuangan akan mengikuti. Untuk itu, ikutilah prinsip-prinsip Alkitabiah tentang keuangan ini:

  • Buatlah anggaran keuangan (Lukas 14:28).

  • Cukupkanlah diri dengan pendapatanmu, hiduplah sederhana dan pastikan pengeluaran keluargamu dibawah pendapatanmu (Ibrani 13:5).

  • Jangan berhutang (Amsal 22:7).

  • Pastikan bahwa sebagai suami-isteri transparan dalam keuangan, tidak menyembunyikan sedikitpun tentang keuangan.

2# Menantikan buah hati

Anak adalah titipan Tuhan yang sangat berharga, namun kita tidak pernah tahu kapan Dia akan memberikan karunia itu. Kadang ada yang baru memiliki sudah memiliki anak, namun ada juga yang harus menunggu bertahun-tahuan.

Apapun kondisi kalian saat ini, jangan patah arang. Jika Tuhan ingin kita menunggu, berarti kalian diberi waktu untuk menikmati kebersamaan hanya berdua saja lebih lama. Tetapi jika dalam waktu dekat kalian sudah dipercayakan buah hati, maka itupun patut disyukuri.

Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Mazmur 127:3

3# Pendewasaan karakter

Pernikahan adalah proses dua orang yang tidak sempurna untuk saling menolong agar menjadi lebih dewasa dan menjadi semakin serupa dengan Kristus. Jadi jika dalam proses kehidupan kalian berdua ada gesekan, ada kesalahpahaman, dan juga beda pandangan, sadarilah bahwa itu adalah hal yang wajar.

Sikapi dengan benar, responi dengan penuh kasih dan saling mengampuni. Pada akhirnya, hal tersebut akan membawa kalian untuk saling mengenal lebih dalam dan juga belajar untuk menerima kekurangan satu sama lain.

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Amsal 27:17

4# Siapkan diri untuk menghadapi berbagai perubahan

Dalam dunia ini, satu hal yang pasti adalah perubahan. Setiap hari, banyak hal yang ada disekitar kita berubah. Demikian juga dalam kehidupan pernikahan, mungkin perubahan itu hal-hal yang baik seperti peningkatan karir atau memulai usaha baru. Jalani perubahan itu sebagai satu tim, jangan biarkan pasanganmu berjuang menghadapi perubahan yang tidak siap ia hadapi.

Jadilah satu tim yang solid, yang menggunakan kelebihan yang dimiliki untuk saling mengisi.

Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?

Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. (Pengkotbah 4:11-12)

5# Waspadai godaan ketidaksetiaan

Pernikahan adalah rancangan Allah, hal itu yang Allah wujudkan sewaktu di Taman Eden melalui Adam dan Hawa. Namun setan tidak suka hal itu, makanya dengan berbagai cara ia berusaha menghancurkannya. Hal itu juga berlaku pada kamu dan pasanganmu, sadarilah bahwa kalian adalah sasaran tembah setan.

Salah satu senjata ampuh si jahat adalah ketidaksetiaan, atau perselingkuhan. Saat ini perselingkuhan bukan hanya saat kamu punya kekasih simpanan, namun juga dengan pornografi, hobimu, atau bahkan hanya karena kamu tidak menempatkan prioritasmu dengan benar.

Cara mengatasinya adalah dengan pertobatan, dan memperbaiki komitmenmu. Mintalah ampun pada Tuhan dan mintalah maaf pada pasanganmu. Terbukalah, dan bangunlah komitmen yang baru bersama pasanganmu.

Ingat ya, memperbaiki sebuah kepercayaan yang telah rusak itu sulit. Jadi bersabarlah jika pasanganmu membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa kembali mempercayaimu.

Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; ...supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya, yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya;” (Amsal 2:10-17)

Itulah berbagai beberapa tantangan dan masa-masa sulit yang mungkin akan kalian hadapi sepanjang perjalanan pernikahan kalian. Walau demikian, jangan pernah kecil hati, karena Tuhan selalu menyertai kalian. Jangan pernah meninggalkan mezbah keluarga. Walau kalian masih berdua saja, mulailah membangun kebiasaan yang baik dengan selalu ada waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan bersama. 

Percayalah, bahwa investasi kalian dalam hadirat Tuhan akan sangat menolong kalian dalam menghadapi masa-masa sulit. Selamat berbahagia dan bersukacita menjalani kehidupan pernikahan. 
Baca juga : 

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Angelika Yenny 20 November 2019 - 20:45:53

Bagaimana kita memperkenalka n adanya aneka pelaya.. more..

0 Answer

Nur Isra 20 November 2019 - 02:46:08

Laporan arus kas Nesreen Co

0 Answer

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 3


7268

Banner Mitra November Week 3