Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login
Bukan Kehendak Sendiri, Tapi Kehendak Tuhanlah yang Jadikan Kita Berhasil Sumber : HQuality.com

28 September 2019

September 2019
MonTueWedThuFriSatSun
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30
 740
[Daily Devotional]

Bukan Kehendak Sendiri, Tapi Kehendak Tuhanlah yang Jadikan Kita Berhasil

 Yohanes 4: 34

Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 90; Lukas 11; 2 Raja-raja 36:1-8

Waktu aku dan suamiku baru menikah, kami ikut menari di pedesaan. Ya, kami mencobanya. Sebuah klub lokal menawarkan pelajaran gratis di suatu sore setiap minggu, jadi kamipun pergi dan melakukan yang terbaik untuk berlarian di lantai dansa. Terutama waktu musik mulai dimainkan.

Tarian kami gak terlalu bagus. Sebenarnya, kami sedang sakit. Karena itu kami memutuskan untuk latihan di rumah saja.

Aku lalu pergi ke perpustakaan sekitar dan melihat video instruksi tarian, dan waktu suamiku bekerja, aku latihan. Lalu aku bertemu dengannya di pintu dengan posisi mengajaknya menari.

Semakin aku belajar, semakin buruk pula gerakannya. Aku menginjak kakinya, tersentak ke kiri waktu dia mau ke kanan dan sebaliknya. Kami seperti sepasang robot yang sama sekali gak romantis. Padahal aku sudah yakin sekali kalau aku tahu cara menari.

Seringkali, aku seperti itu dengan Tuhan. Aku fokus pada apa yang aku harus lakukan, entah itu membaca Alkitab, mengajar sekolah minggu, atau memenuhi berbagai tanggung jawab, mudah untuk mengalihkan pandangan kita dari penari. Mudah untuk mengubah apa yang seharusnya kita lakukan jadi sesuatu yang melelahkan dan tidak efektif karena kita menghafalnya.

Tapi waktu aku menyerah menjadi penari, meninggalkan semua ide-ide dan agenda-agendaku, menjernihkan visiku tentang semua hal kecuali menari, semuanya justru mengalir dengan baik.

Pernahkah kamu menyaksikan pertunjukan penari ballroom profesional atau penari skating? Ada dinamika intim yang mereka ciptakan. Kerumunan bisa berteriak-teriak, kamera bisa berkedip, tapi mereka tak melihatnya. Mereka fokus 100 persen pada pasangan mereka, selaras dengan sinyal sekecil apapun itu, meresponi secara instan, indah dan mudah.

Bagaimana kalau kita mengenal Tuhan dengan intim? Bagaimana jika kita begitu fokus pada-Nya, sehingga selaras dengan-Nya. Seperti kata Yesus, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Apa hal-hal yang membuat kita jauh dari kehendak itu? Apa yang membuat kita gelisah, berjuang dan mengalami kelelahan?

Suatu hari di satu Minggu, aku menikmati sore dengan belajar tentang Roh Kudus. Dari semua isi Alkitab, kita diberitahu kalau Roh Kudus membimbing kita, membangun persekutuan dengan kita, mengajar kita, mengisi kita, berdoa untuk kita dan menaungi kita.

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Korintus 13: 14)

“Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6: 63)

Terlepas dari Dia, terlepas dari penyerahan penuh kepada-Nya upaya kita mengarah pada kesia-siaan. Gak peduli betapa hebatnya pelayanan kita, seberapa dalam waktu belajar Alkitab kita, atau seberapa loyal kita melayani, kalau kita tidak mengalami nyala api, bimbingan dan dukungan dari Roh Kudus, apa yang kita lakukan tak akan jadi apa-apa kecuali hanya dilakukan dengan hikmat manusia saja. Tapi sebenarnya kita dipanggil untuk melakukan lebih daripada itu bukan?

“Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku..” (2 Samuel 23: 2)

Tujuan utama kita sebagai orang Kristen harus dibersihkan, kita harus siap melakukan kehendak Tuhan. Seperti corong, saluran kekuatan dan berkat Tuhan.

“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh..” (Efesus 5: 18)

Untuk diisi, pertama-tama kita harus dikosongkan, dari diri kita sendiri, dosa kita, keinginan kita, hasrat kita. Aku percaya kapan saja kita berpegang teguh pada sesuatu, bahkan jika itu adalah hal-hal baik, hal itu hanya akan jadi penghalang bagi pekerjaan Roh Kudus.

Kita takut kehilangan pekerjaan, takut pelayanan gagal, atau apapun itu..saat kita mulai berjuang untuk hal itu, maka kita hanya akan melakukannya untuk kehendak kita sendiri. Jadi, serahkanlah sepenuhnya hal itu dan fokus pada sang penari kita, bukan pada tariannya. Kalau tidak, aku percaya, tindakan kita sama sekali gak punya kekuatan. Kenapa? Karena kita meninggalkan penari kita.

Mari ucapkan doa di bawah ini untuk kembali mendapatkan kekuatan dari Tuhan dalam melakukan kehendak-Nya.

Tuhan, aku meminta didorong oleh Roh-Mu, dipenuhi oleh hadirat-Mu, supaya kasih-Mu mendesakku. Hapuslah semua harapan dan kewajiban yang membebaniku dengan membawaku datang kepadaMu dengan penyerahan penuh, mendengar suaraMu dan taat. Tariklah aku ke dalam tarian-Mu, Ya Tuhan.

Hak cipta Jennifer Slattery, digunakan dengan ijin Cbn.com

Sumber : Cbn.com | Jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Share this article :
Farhan nuzul 11 November 2019 - 21:37:46

Pada percobaan tersebut digunakan 2 tanaman yang t.. more..

0 Answer

Medina Simbolon 11 November 2019 - 14:18:02

Jln keluar. Sudah 1 thn saya menderita miom sudah .. more..

0 Answer

Ronny Lie 10 November 2019 - 08:11:12

Imam

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 1


7272

Banner Mitra November Week 1