Pencobaan Menghasilkan Sukacita, Sudahkah Kita Merasakannya?

Pencobaan Menghasilkan Sukacita, Sudahkah Kita Merasakannya?

Inta Official Writer
      1318

2 Korintus 8:2

"Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 84; Lukas 5; Yeremia 16-17

Dulu, saya pikir perjalanan kekristenan adalah tentang 'bisa menghadapi segalanya'. Bisa menanggung penderitaan, hidup dengan kekecewaan, dan berjuang melalui kesulitan. Saya telah melewatkan sesuatu yang jauh lebih berharga. Tuhan mengajarkan saya akan hal ini pada tahun lalu.

Yakobus 1:2-4,

"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun."

Setiap penderitaan yang kita lalui itu punya tujuan. Saat kita bisa memahami hal ini, perasaan kita saat menjalani penderitaan itu pun akan langsung berubah.

Sukacita yang dihasilkan karena pencobaan dapat menghasilan banyak buah. Itu benar-benar menuntun kita ke tempat di mana kita benar-benar dewasa di dalam Kristus dan tidak kekurangan apa pun. Sukacita akan mengisi kekosongan yang kita rasakan.

Sukacita tidak mengubah keadaan, tapi sudah jelas kalau ini akan mengubah sikap kita terhadap apa yang sedang di hadapi. Sukacita merupakan buah Roh. Ini merupakan salah satu karakter dari Roh Kudus (Galatia 5:22).

Yesaya 61:3

"untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya."

Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita akan membawa sukacita atau kesengsaraan? Bagaimana orang lain akan menggambarkan kita? Apakah mereka akan mengatakan kalau kehadiran kita dapat meringankan yang mereka rasakan? Atau justru sebaliknya?

Bersenang-senang tidak sama dengan sukacita. Kesenangan bergantung pada hal-hal lahiriah, tetapi sukacita muncul dari dalam.

Bagaimana dengan kamu? Apakah Anda pembawa kegembiraan atau kesengsaraan? Bagaimana orang menggambarkan Anda? Apakah mereka akan mengatakan Anda meringankan suasana di sekitar Anda, atau apakah Anda menambah beban? Bersenang-senang tidak sama dengan bahagia. Kebahagiaan tergantung pada hal-hal lahiriah, tetapi sukacita muncul dari dalam.

Kita dapat merasakan kelegaan dan kepuasan ketika mengalami masa sulit. Kita dapat bersukacita dan memuji Tuhan atas bagaimana Dia membawa kita keluar darinya. Tantangannya adalah, seberapa senang kita di tengah-tengahnya?

Dikutip dari Reckless Devotion oleh Heidi & Rolland Baker, Copyright © 2014, Chosen Books, sebuah divisi dari Baker Publishing Group. Digunakan dengan izin.

 

 

 

Ikuti Kami