Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
492


Buat kita, kata domba dan gembala itu sudah tidak asing lagi. Saat saya mencoba untuk merenungkan firman Tuhan soal hubungan domba dan gembala ini, saya menemukan sebuah cerita tentang seorang pria yang bekerja sebagai seorang gembala.

Menurut pria ini, domba adalah hewan yang bodoh, sebab mereka hanya makan apa yang ada di depan mereka. Saat semua rumput yang ada di depan mereka sudah habis, bukannya cari rerumputan lain, mereka justru akan memakan tanah yang ada di depannya.

Lewat cerita ini, kita pasti langsung berpikir, kok bisa sih, kita diibaratkan sebagai seekor domba? Domba itu memang memerlukan gembala untuk bertahan hidup. Karenanya, ia perlu gembala yang mau peduli, bukan gembala sembarangan.

Kalau berada pada pengawasan gembala yang salah, bisa-bisa domba itu mati kelaparan atau diburu oleh hewan buas lain. Domba, merupakan hewan yang butuh perhatian dan tuntunan yang lemah lembut. Domba butuh tuntunan dari gembala untuk bisa menikmati rumput yang segar dan tempat yang aman untuk beristirahat.

“…karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.” (Markus 6:34)

Buat sebagian orang, berhutang merupakan sesuatu yang nggak asing lagi. Sebut saja namanya Nino. Dia adalah seorang pegawai swasta yang hobi sekali berhutang. Hutang, ia pikir bukanlah sesuatu yang salah.

Ia hidup dari hutang, dan uang gajinya pun habis untuk menutupi hutang-hutangnya. Orang yang ia hutangi mulai dari teman sekantor, sampai orang tua. Ada masa dimana Nino tidak bisa bayar hutang, sehingga ia terpaksa bohong dan ternyata, berhutang ini membuat hubungan Nino dan orang-orang di sekitarnya jadi berjarak.

Suatu hari, Nino datang dan berkata, "Aku mau tobat, nih. Aku nggak mau berhutang lagi. Tapi gimana, ya. Kalau aku nggak ngutang, aku nggak bisa hidup."

Berdasarkan pengalaman dan buku yang saya baca, hutang memang bisa menjadi candu. Namun, sikap Nino yang kepengin berhenti dari kebiasaannya ini harus diacungi jempol. Ia pun nggak sekedar ngomong, bahkan ia sampai meminta bimbingan dari kakak rohani, sering berpuasa, membaca banyak buku, juga mulai mendekatkan diri pada Tuhan.

Dia juga mulai menjauhi kebiasaan konsumtifnya, mulai menahan diri kalau ada teman-teman yang mengajaknya menghabiskan uang di mall, dan memilih untuk menghabiskan waktunya bersama dengan teman-teman di gereja untuk pelayanan.

Dia punya tekad, kalau dia nggak mau lagi di kontrol oleh uang. Sikap Nino pun mulai berubah, meski hutangnya belum semua terlunasi.

Belajar dari hubungan domba dan gembala, yuk kita renungkan hal-hal di bawah ini.

1.  Menyadari siapa diri kita

Menyadari posisi kita adalah langkah awal untuk berubah. Masih ingat nggak, pas manusia jatuh dalam dosa, bagaimana reaksi Tuhan? Tuhan memanggil manusia dan bertanya, "Dimanakah engkau?" Saat kita tahu diri, kita menyadari kalau ada yang salah dalam kehidupan kita, maka saat itu bisa menjadi sebuah pertanda kalau kita sudah siap untuk diubahkan menjadi orang yang lebih baik.

Nino bisa saja melakukan hutang terus menerus. Toh selama ini, meski ia terseok-seok, ia masih bisa hidup. Tapi, ia sadar kalau hutang ini menjadikan hubungannya dengan sesama rusak. Karenanya, ia ingin selesai dan tidak lagi melakukan hutang ini.

Saat ini, dimana pun posisi kita, coba tanyakan pada diri, dimanakah kita? Apakah kita sudah benar berada dalam rencana Tuhan? Apa yang salah dalam diri kita? Mintalah kepada Tuhan, datangi Gembala yang kekal itu. Minta Tuhan buat menunjukkan setiap kesalahan kita.

2. Jadilah domba yang mengambil satu langkah berbeda

Ketika seekor domba tersesat, ia kehilangan seluruh kawanan dan gembalanya. Ia hanya bisa mengembik seakan-akan memanggil gembala tersebut untuk mendatanginya. Domba itu berusaha untuk memberi tahu gembala dimana posisinya, sehingga ia bisa diselamatkan dan kembali dalam tempat yang tepat.

Nino juga begitu. Ia mau melakukan hal yang berbeda, bahkan melakukan beragam usaha untuk tidak lagi dikenal sebagai orang yang tukang berhutang. Ia mendatangi gereja, kakak rohani, juga kepada Tuhan. Ini merupakan salah satu langkah yang berbeda, yang tidak dilakukan oleh domba lain.

3. Domba yang menemukan kawanannya

Kekristenan memang tentang hubungan kita dengan Tuhan. Namun, sepanjang perjalanan kita bersama Tuhan itu, pasti ada mereka yang akan menemani kita. Mereka akan menjadikan kita kuat, akan memberikan kita banyak pelajaran, dan dari mereka pula lah, buah-buah kita akan terasa.

Bertemu dengan orang-orang dengan satu visi bisa menjadi salah satu cara kita untuk berubah. Sebab, kita ini nggak ada yang kebal dari dosa. Bisa saja suatu hari nanti kita akan kembali tersesat. Untuk itu, hadiahi diri sendiri dengan orang-orang yang tepat. Sebab bersama mereka, kita akan dikuatkan, sekaligus hadir untuk menjadi berkat buat mereka

Dari domba ini, kita bisa belajar banyak hal. Namun, satu hal yang pasti adalah untuk segera kembali pada Sang Gembala kalau kita sedang tersesat. Jangan biarkan kita jadi domba yang tersesat, karena di luar sana, ada banyak hewan buas yang bisa memangsa kita dan membuat kita jadi semakin jauh dari Sang Gembala yang benar.

 

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer

Aris Anto 18 November 2019 - 17:31:20

Is that...................(you)house?

0 Answer

Roi Tarihoran 18 November 2019 - 03:09:04

Apakah yang saya lakukan. Dengan situasi saya ini,.. more..

1 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 2


7267

Banner Mitra November Week 2