Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
513


Seorang siswi berusia 10 tahun di Inggris berani bersuara soal pendapatnya tentang LGBT. Sebelumnya, ia melontarkan komentar yang dianggap homofobia dalam kelas LGBT di sekolahnya. Karena komentarnya tersebut, Kaysey dan seorang teman kelasnya, Farrell, diskors dari kelas tersebut.

Ketika dianggap melontarkan komentar homofobia tersebut, Kaysey bahkan menjelaskan bahwa dia sendiri tidak tahu apa itu arti dari homofobia.

Guru mereka, Susan Papas menjelaskan pada kedua murid ini bahwa pelajaran LGBT merupakan bagian dair kurikulum dan tidak bisa menolak keluar dari kelas tersebut. Sebab kelas ini dilindungi oleh Pusat Hukum Kristen yang memperjuangkan kebebasan beragama di Inggris. Namun, kedua anak ini masih dengan berani membela iman percaya mereka di usianya yang masih sangat kecil ini.

Baik Kaysey maupun Farrell dicap bahwa mereka adalah homofobia dan dituduh telah membuat komentar anti LGBT di kelas. Bahkan, guru menuduh mereka ingin membunuh orang LGBT.

Kedua anak itu mengatakan kalau mereka tidak pernah mengatakan itu, dan mereka menolak pernyataan itu ketika guru mereka mendesak dengan pertanyaan, "Apakah kalian ingin mereka mati?"

Kaysey mengungkapkan kalau dirinya tidak tahu arti homofobia sampai akhirnya sang guru menjelaskan sendiri artinya.

"Saya bingung ketika dia mengatakan bahwa saya menjadi sangat homofobia. Saya bukan seorang homofobia. Saya hanya menentang kalau kelas LGBT itu menjadi kurikulim di sekolah. Saya pikir mereka sedang mencoba untuk membuat anak-anak kebingungan. Sebelumnya, anak-anak tahu tentang siapa mereka. Tetapi sekarang mereka tidak," terang Kaysey, dikutip dalam sebuah video yang diunggah oleh Christian Concern.

"Ini sangat mempengaruhi anak-anak. Sekarang mereka kehilangan kepercayaan dirinya masing-masing, bahkan cara berpikirnya, 'Kenapa saya begini, kenapa saya tidak bisa menjadi seperti orang lain?"

"Guru berkata kalau ini merupakan hal baik untuk anak-anak. Tetapi sejak pembelajaran ini diajarkan di kelas, anak-anak sekarang menghadapi pilihan soal jenis kelamin mereka," tambah Kaysey.

Meskipun Kaysey Farrel diskors dari sekolah karena mengungkapkan kebenaran, Heavers Farm Primary School menunjukkan sikap saling mengormati lewat situs webnya.

"Di sekolah kami, kami telah menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung di mana anak-anak bisa menyuarakan pendapat dan membuat pilihannya sendiri."

Lebih dari 23.000 orang telah menandatangani petisi untuk mendukung Kaysey dan siswa lainnya yang berani untuk menghapuskan mata pelajaran LGBT.

Sumber : CBN


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

novinus tarigan 23 February 2020 - 18:56:55

Saya sering merasa kuatir akan masa depan dan terk.. more..

0 Answer

Tresia 23 February 2020 - 10:00:21

Shalom.. saya ingin menanyakan info rehab Kristen .. more..

0 Answer

Yehezkiel 23 February 2020 - 00:16:02

Bebas dari pornografi

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (3)


7262

Banner Mitra Februari 2020 (3)