Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

vjay

Official Writer
536


Beberapa hari lalu saya mendengar keluhan seorang teman kerja tentang jadwal kereta yang telat dan membuat banyak orang marah. Bagaimana tidak, mereka sudah buru-buru karena harus sampai kantor tepat waktu atau sudah lelah bekerja, lalu masih harus menunggu kereta yang datang terlambat. 

Jarak dari rumah ke kantor memakan waktu 1 jam 30 menit, pulang-pergi menghabiskan waktu 3 jam. Ditambah 8 jam kerja, belum lagi harus lembur, minimal kamu menghabiskan waktu diluar rumah antara 10-13 jam setiap hari. Belum lagi beban pekerjaan dan stres, hal ini membuat keinginan semakin kuat untuk membangun usaha sendiri dan berhenti jadi karyawan. 

Apakah ini juga kamu rasakan?

Ya, bosan jadi karyawan sepertinya adalah jeritan hati banyak orang. Tapi hanya sedikit orang yang tau harus memulai dari mana. 

Kali ini saya ingin berbagi denganmu, yuk ikuti langkah-langkah berikut ini:

1# Evaluasi dirimu, mulai dari apa yang kamu miliki 

Saat ingin memulai usaha, kamu pasti mendapatkan inspirasi dari berbagai sumber, baik itu, teman, saudara, atasan atau bahkan dari social media. Ada banyak bisnis menggiurkan yang kamu pikir akan sangat potensial untuk bisa berkembang dan kamu ingin mencobanya.

Hal itu tentu tidak salah. Namun sebelum melangkah ke sana, akan lebih baik jika kamu melakukan evaluasi dulu dengan bertanya pada diri sendiri, “apa yang aku miliki yang bisa aku gunakan untuk memulai usaha?”

Tahukah kamu bahwa Tuhan selalu memberikan solusi atas permasalahan hidup ini tidak pernah jauh-jauh dari apa yang kita miliki atau yang ada di dekat kita? 

Hal ini seperti saat Musa ditanya oleh Tuhan apa yang ada di tangannya (Kel 4:4) atau saat Elia membuat mukjizat bagi janda di Sarfat (1 Raj 17), mukjizat Tuhan terjadi dengan apa yang mereka miliki saat itu. 

Demikian juga saat kamu mau memulai usaha atau menjadi freelancer, tanyakanlah beberapa hal berikut: 

- Keahlian apa yang saya miliki?

- Apa yang menjadi hasrat terbesar saya, ketertarikan saya, atau hobi saya?

- Di area apa saya keahlian saya?

- Berapa banyak dana yang saya bersedia investasikan, bahkan jika hal terburuk seperti kegagalan terjadi?

- Berapa banyak modal yang dibutuhkan? 

- Gaya hidup seperti apa yang ingin saya jalani?

- Apakah saya siap untuk jadi pengusaha?

Jujurlah pada diri sendiri saat menjawab pertanyaan di atas, karena hal itu akan menjadi dasar untuk melangkah ke depan. Jadi lebih baik kamu tahu pahitnya dulu, daripada membohongi diri sendiri. 

2. Mulailah mencari ide usaha

Ya, berdasarkan jawaban-jawaban kamu di atas, mulailah mencari ide usaha. Untuk itu pastikan kamu menulis dengan rinci jawaban kamu ya. 

Mulainya dari mana? 

Mulai dengan bertanya, dengan apa yang kamu miliki : keahlian kamu, waktu kamu dan juga modal kamu, bagaimana kamu bisa menjawab permasalahan orang lain? 

Sebagai contoh, saat saya memulai usaha sampingan saya, mulainya dari hanya untuk menolong teman yang ingin membuat website untuk usahanya dan ingin mengiklankannya secara online. Saat saya menjawab permasalah tersebut, klien saya bertambah dengan sendirinya. 

Jadi, fokuskan dirimu untuk membantu calon klien kamu untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan keahlian dan kemampuan yang kamu miliki. 

3. Lakukan riset dan mulailah membuat rencana bisnis

Apa yang perlu kamu riset? Kamu perlu tahu apakah sudah ada yang pernah melakukan ide kamu itu, jika sudah ada, kamu harus cari tahu apa kelebihan mereka dan apa yang membuat kamu berbeda dari yang mereka tawarkan. 

Kalau belum ada yang memakai ide kamu, maka kamu perlu riset, apakah orang mau memakai produk kamu itu? Seberapa besar pasar untuk produkmu itu?

Setelah itu, mulailah membuat rencana bisnis. Kamu bisa memulai dengan belajar metode business model canvas untuk membuat rencana bisnis. Hal ini akan sangat membantumu untuk lebih jelas dalam melakukan eksekusi. 

4. Minta masukan dari orang lain

Meminta masukan dan nasihat orang lain itu penting, karena mereka akan bisa memperkaya kamu dengan ide-ide atau bahkan memperbaiki ide yang kamu presentasikan. Usahakan kamu menemukan seseorang yang memiliki pengalaman dalam membangun usaha, sehingga kamu bisa mendapatkan masukan-masukan yang realistis berdasarkan apa yang mereka pernah alami. 

Namun bukan berarti kamu harus menerima masukan semua orang ya, berikut beberapa hal yang perlu kamu ingat saat mendapatkan masukan:

- Pertimbangkan baik-baik setiap masukan mereka

- Ucapkan terima kasih, bahkan kepada mereka yang memberikan umpan balik negatif

- Saat seseorang tidak menyukai dan tidak menyetujui idemu, itu bukan berarti dia membenci dirimu. Ingatlah bahwa dia hanya ingin menolongmu. Jadi saat pasanganmu atau orangtuamu tidak setuju, jangan langsung marah ya. 

- Perhatikan apakah ada pola saat banyak orang memberikan masukan. Mungkin itu adalah kata yang sama yang diucapkan oleh beberapa orang, dan lainnya. 

- Dengarkan dengan penuh rasa tertarik, fokus untuk mendengarkan, jangan memberikan bantahan. 

- Ajukan pertanyaan. Temukan apa yang mereka sukai, apa yang tidak disukai, bagaimana membuat ide ini menjadi lebih baik, dan apa solusinya.

5. Mulailah dengan langkah kecil

Ingat ya, perusahaan sekelas Facebook, Google dan Microsoft mulainya dari garasi atau bahkan kamar tidur ya. Ya, mereka tidak langsung membangun kantor yang besar. Mereka memulai usahanya dari rumah mereka, kantor yang kecil dan sederhana. 

Kamu juga bisa melakukan hal yang sama. Buatlah produkmu dan mulailah tawarkan kepada orang-orang yang kamu kenal. Kamu bisa melangkah lebih lanjut dengan mengiklankannya secara online yang tidak membutuhkan modal yang besar. 

6. Mintalah orang lain untuk memberikan rujukan 

Marketing paling ampuh adalah rujukan dari teman, saudara atau kenalan. Sebagai pengusaha, kamu harus ingat bahwa marketing adalah ujung tombak usahamu. Jadi mintalah tolong kepada orang-orang yang kamu kenal untuk memberikan rujukan kepada orang-orang yang mereka kenal tentang produkmu itu. 

Kenapa rujukan teman itu penting?

- Orang akan 4 kali lebih pasti memberi produk atau layanan yang dirujuk dari seseorang yang mereka kenal. 

- 92% konsumen percaya dengan klien yang dirujuk dari orang yang mereka kenal

- 65% usaha baru bisa bertahan dari rujukan teman atau orang yang mereka kenal.

Pada akhirnya, karena ini adalah usaha kamu sendiri, ingatlah bahwa keberhasilanmu bergantung kepada dirimu sendiri. Sejauh mana usaha ini berkembang, tergantung dari kerja keras dan kreatifitas kamu. 

Nah, kalau usaha kamu sudah berkembang, atau kamu melihat potensi berkembangnya besar, lalu kamu siap untuk mengerjakannya sepenuh waktu, maka ini adalah waktunya bagi kamu untuk berhenti bekerja. Pusatkan perhatian dan waktumu untuk membangun usahamu.

Selamat mencoba ya teman, sukses untukmu!

Baca juga :

4 Tips Bangun Usaha Buat Pemula Ala Kaesang Pangarep, Dicoba Yuk!

Ciptakan Ide Kuliner Gak Biasa, 4 Pengusaha Ini Akhirnya Sukses Besar

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

egbert burton 14 July 2019 - 10:40:19

Berhalakah gambar Tuhan yang dipajang dalam Gereja

0 Answer

Budo RMB 13 July 2019 - 21:59:42

Berapa banyak uang yang perlu Anda keluarkan untuk.. more..

0 Answer

Irvan Ishak 13 July 2019 - 07:43:47

Welyar kauntu

0 Answer


Yu55 Ch4nnel 28 May 2019 - 16:51:25
Bertahun2 saya meninggalkan Tuhan Yesus,hanyut dng... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:04
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Banner Testify Juli Week 2


7266

Banner Fun Run Juli Week 2