Karena Buat Pertemuan Doa, 30 Jemaat Gereja Pentakosta Ini Malah Dipenjara

Karena Buat Pertemuan Doa, 30 Jemaat Gereja Pentakosta Ini Malah Dipenjara

Lori Official Writer
1314

Eritrea, negara bagian timur laut Afrika memenjarakan 30 jemaat gereja Pentakosta karena kedapatan melakukan pertemuan doa. 

Seperti diketahui, negara ini sejak 17 tahun lalu pemerintah Eritrea memang melarang gereja Pantekosta melakukan kegiatan agamanya di sana. Pemerintah sendiri hanya mengakui empat kelompok agama, termasuk Kristen Ortodoks, Islam Sunni, Gereja Katolik Roma dan Gereja Evangelical Lutheran.

Sementara kelompok agama lain, termasuk aliran kharismatik justru dianggap sebagai mata-mata pemerintahan asing.

Sementara penangkapan jemaat Gereja Patekosta ini dilakukan di tiga lokasi berbeda di sekitar ibukota Asmara.

“Petugas kepolisian melakukan serangan terus menerus di rumah-rumah pribadi mereka, terutama Kristen Pentakosta saat melakukan pertemuan doa dengan komunitasnya. Mereka dibebaskan hanya kalau mau menyangkal imannya,” demikian ditulis dalam sebuah laporan.

Baca Juga:

Studi: Orang Kristen adalah Umat Teraniaya Sedunia Selama 2016

Mike Pence Pada Umat Kristen Yang Teraniaya : Saya dan Presiden Trump Berdoa Bagi Kalian

Sementara pemerintah negara ini secara ketat mengawasi semua organisasi keagamaan termasuk sekolah swasta, klinik medis, dan panti asuhan.

Beberapa minggu lalu, pihak kepolisian telah menangkap 141 orang Kristen, termasuk 23 pria, 104 wanita dan 14 anak di bawah umur. Mereka ditangkap sedang melakukan kegiatan doa di daerah Mai Temenai di Asmara.

Tinggi tingkat penganiayaan terhadap orang Kristen di negara ini membuatnya dikenal sebagai ‘Korea Utaranya Afrika’. Rezim ini dilakukan di bawah kepemimpinan Presiden Isaias Afwerki. Dan dalam catatan World Watch Open Doors, Eritrea sebagai penganiaya nomor 7 teratas Kristen di dunia.

Sumber : Cbn.com | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami