Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
677


Tepat pada 13 Mei 2018 silam, Indonesia dihebohkan dengan serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Akibat serangan ini, puluhan nyawa jadi korban.

Peristiwa mengerikan ini tentu saja belum lekang dalam ingatan. Khususnya bagi gereja yang terdampak saat itu seperti Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), dan Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Sebagai bentuk penghormatan terhadap kepada para korban, gereja pun ini menggelar doa bersama.

Gereja Santa Maria Tak Bercela, misalnya, menggelar peringatan setiap bulan hingga puncak peringatan bom Surabaya pada Senin hari ini.

Baca Juga:

Tiga Gereja di Surabaya Diguncang Ledakan Bom

Kaleidoskop 2018: 3 Bom Bunuh Diri & Serangan Gereja Jadi Aksi Teroris Terburuk Tahun Ini

Bagi jemaat gereja ini, peristiwa teror bom saat ini bukan sekadar peringatan tetapi juga dimaknai sebagai tragedi penggugah iman. Dalam peringatan ini, para jemaat mengikuti ziarah ke makam para korban bom.

Lalu akan dilanjutkan dengan menggelar gaung peringatan malam ini yang disertai dengan doa dan misa kudus. Bersama dengan itu, mereka juga mengundang tokoh-tokoh lintas agama dan aparat keamanan untuk hadir dalam peringatan malam ini.  

“Kami mengundang teman-teman lintas agama, GKJW mengadakan operet dan teman-teman muslim ada hadrah dan mungkin juga dari teman-teman lain ada paduan suara,” kata Ping Teja, Ketua Pelaksana peringatan satu tahun bom Surabaya.

Berbeda dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, memilih untuk tidak melakukan peringatan dalam bentuk apapun.

“Peristiwa satu tahun bom Surabaya, GKI tidak melakukan peringatan dengan tema khusus, hanya ibadah seperti biasa, sesekali pendeta menyisipkan kutipan peristiwa dalam khotbahnya,” kata Satrio Efendy, Anggota Majelis Jemaat GKI.

Dia menjelaskan, gereja tak perlu menggelar peringatan khusus untuk tidak mengungkit kembali kesedihan atas luka batin akibat peristiwa itu.

“(Tidak diperingatinya) Satu tahu bom Surabaya ini agar tidak mengenang kesedihan tapi sebagai ajang untuk mempererat kebersamaan,” katanya.

Sementara Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) belum dipastikan apakah akan menggelar peringatan serangan bom ini.

Sumber : Tribunnews.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer

Aris Anto 18 November 2019 - 17:31:20

Is that...................(you)house?

0 Answer

Roi Tarihoran 18 November 2019 - 03:09:04

Apakah yang saya lakukan. Dengan situasi saya ini,.. more..

1 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 2


7267

Banner Mitra November Week 2