Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
432


Perceraian sekarang ini menjadi hal biasa yang kita temukan. Bahkan data Badan Peradilan Agama MA, tingkat perceraian keluarga Indonesia setiap waktunya kerap naik. Padahal, pernikahan adalah lembaga satu-satunya yang diinisiasi sendiri oleh Tuhan.

Kejadian 2 menuliskan kalau Tuhan ingin manusia berpasangan dengan sesamanya. Sayangnya, rancangan Tuhan ini tidak selalu sempurna saat dipraktekkan oleh manusia. Meski Alkitab menyebutkan kalau perceraian itu adalah sebuah tentangan, dalam prakteknya, perceraian terus terjadi dalam keseharian kita.

Sebagian orang yang bercerai, memutuskan untuk menikah kembali dengan orang yang berbeda. Lantas, bagaimanakah Alkitab memandang ini? Apa boleh kita menikah kembali setelah bercerah? Bersama dengan Ps. Raditya Oloan, yuk kita ulik masalah ini.

Kondisi yang Tuhan perbolehkan kita untuk melakukan perceraian

Dalam Matius 19, ada orang Farisi yang bertanya kepada Yesus untuk mencobaiNya. Tanya mereka, "Bolehkah orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja?" Yesus menjawab kalau apa yang sudah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia.

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, mereka kembali bertanya soal pernyataan Musa yang memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika ada orang yang menceraikan isterinya. Yesus kembali menekankan kalau Musa mengizinkan karena ketegaran hati orang-orang tersebut, sehingga Musa memperbolehkannya. Tetapi, sejak semua, tidak ada perceraian yang berkenan di mata Tuhan.

Pada dasarnya, Tuhan nggak pernah menghendaki perceraian. Tapi, karena mereka adalah orang yang berhati keras, maka Musa memperbolehkan itu terjadi jika ada perzinahan.

"Jadi hukum mana yang mau kita alami, apakah itu mau hukum yang tertinggi: kasih, atau hukumnya musa."

Seandainya kita mau mengambil hukumnya Musa sebagai pedoman, maka kita nggak akan memiliki kehidupan yang super berkualitas. Sementara kasih yang selalu percaya dan mengampuni, maka Tuhan akan memakai pernikahan kita secara luar biasa.

Kalau ada kekerasan dalam pernikahan, lantas gimana?

Sebelumnya, kita perlu mengingat kalau apa yang dipersatukan oleh Allah, tidak boleh dipisahkan oleh manusia. Memang ada beberapa pernikahan yang tidak dipersatukan oleh Allah. COntohnya, menikah karena hamil di luar nikah, tidak saling mencintai, dan lain sebagainya. "Ketika itu terjadi, saya nggak yakin kalau akan ada berkat Tuhan di dalam pernikahannya."

Bang Radit, sebutan akrab  dari Pastor muda ini juga bercerita soal pasangan yang pernah dinikahkannya. Mereka datang untuk dinikahkan, tetapi setelah menikah, ternyata kedua orang ini datang kembali dan minta cerai.

Setelah diselidiki lebih dalam, ternyata mereka berdua pernah menikah dan belum ada surat cerai sama sekali dari gereja. Jadi, keputusan yang diambil oleh Bang Radit sebagai gembala adalah dengan merobek kembali surat pemberkatan mereka, bukan perceraian, tetapi pembatalan pernikahan.

"Jadi, saya sedang memberkati dua orang yang meniou saya dan mengatakan kalau mereka belom pernah menikah. Yang jadi pertanyaan, apakah ada berkat Tuhan disitu?"

Tetapi kalau setiap kita sudah mendedikasikan diri kita untuk pernikahan yang kudus, maka seharusnya sudah tidak ada lagi alasan untuk bercerai, apalagi untuk menikah lagi.

“Kalaupun bercerai, maka kita harus siap menjadi single seumur hidup.”

Ketika kita menikah, penting buat diingat kalau kita membawa Yesus masuk dalam kehidupan pernikahan kita.

Seringnya, kita menjalani rumah tangga tanpa ada campur tangan Tuhan. Yesus menggambarkan perceraian ini dengan cara yang unik, yaitu lewat cerita Hosea dan Gomer yang merupakan seorang pelacur. Mereka punya tiga orang anak, tetapi kemudian Gomer kembali melacur.

Lalu Tuhan berkata, "Hei Hosea, nikahkan kembali istrimu. Karena begitulah kasihKu terhadap umatKu.

Jadi, walaupun kita sudah selingkuh berkali-kali, tetapi Kasih Kristus, kasih Bapa, selalu mampu untuk mendapatkan kita kembali sebagai mempelaiNya.

Penikahan yang mahal karena kita ditebus dengan darah yang mahal, maka kita hidup dengan prinsip yang mahal. Kalau tidak mau ada perceraian, maka pastikan kalau kita melibatkan dan menghadirkan Tuhan dalam kehidupan pernikahan kita.

Sumber : JC CHANNEL

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gelatik Senja 22 August 2019 - 23:33:40

Cara mengendalikan hawa nafsu

0 Answer

Samu Vastro 22 August 2019 - 23:11:21

Hormati

0 Answer

Sarif Poltek 22 August 2019 - 21:37:34

Seorang nelayan berada di permukaan laut dengan p.. more..

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7273

Banner Mitra Agustus Week 3