Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
347


Umat Yahudi California tengah berduka atas serangan penembakan orang tak dikenal ke Sinagoge Yahudi dekat San Diego pada Sabtu (27/4) pagi waktu setempat.

Serangan ini dilakukan oleh John Earnest (19 tahun) dan menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka, termasuk pemimpin sinagoge dan seorang anak perempuan berusia 8 tahun.

Earnest mulai menembaki jemaat setempat saat mereka berkumpul untuk merayakan akhir Paskah, salah satu liburan paling suci di kalender Yahudi. Saat penembakan pemimpin sinagoge Rabi Yisroel Goldstein tengah menyampaikan khotbahnya. Dia bahkan ikut jadi korban dimana kedua jari telunjukkan terkena tembakan.

Pihak kepolisian lalu memburu pelaku dan berhasil menangkapnya pada Sabtu sore dan mengamankannya di Penjara Pusat San Diego.

Atas perbuatan pemuda itu, pihak keluarga menyampaikan pernyataan maaf mereka kepada semua korban dan keluarga korban. Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (29/4) oleh pengacaranya, keluarga Earnest mengaku terkejut dan sangat sedih mendengar serangan mengerikan yang dilakukan putra mereka.

“Kesedihan kami tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kesedihan yang disebabkan oleh putra kami kepada banyak orang yang tak bersalah. Dia telah membunuh dan melukai orang beriman yang berkumpul di tempat suci di hari yang suci. Seperti lima anak kami yang lain, dia (John Earnest) dibesarkan dalam keluarga, keyakinan dan komunitas yang menolak kebencian dan mengajarkan bahwa kasih harus menjadi motif yang dilakukan. Masih jadi misteri bagi kami bagaimana mungkin putra kami bergabung dalam tindakan kejahatan semacam itu,” ucap pengacara.

Baca Juga :

Sambil Bawa Seorang Bayi, Perempuan Ini Klaim Nabi dan Ancam Akan Ledakkan Gereja

5 Fakta Mengejutkan Dibalik Serangan Bom Gereja Sri Lanka, Nomor 3 Bikin Geram!

Keluarga Earnest juga menyampaikan akan bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses penyelidikan dan akan bersedia memberikan pernyataan lebih lanjut sampai kasus tersebut selesai.

Sementara pihak FBI mengaku sempat mendapatkan informasi terkait serangan hanya beberapa menit sebelum aksinya. Lima menit sebelum tembakan dimulai, FBI menerima pesan soal ancaman di media sosial. Pesan itu tidak disampaikan secara spesifik, sehingga mereka masih mencari-cari.

Sebagai informasi, ini adalah serangan penembakan kedua kalinya terhadap sinagoge Yahudi di Amerika. Serangan pertama terjadi pada 27 Oktober 2018 silam yang menewaskan 11 orang dan 7 lainnya luka-luka. Pelaku serangan ini diketahui bernama Robert Bowers (46 tahun) warga Pittsburgh.

Akibat tindakannya, Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan tegas dengan menyebut jika aksi penembakan di tempat ibadah pemeluk Yahudi adalah sebuah tindakan pengecut.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Nur Ramadhani 18 September 2019 - 19:28:33

Tuliskan apa saja yg ada didalam diri anda?

0 Answer

Wang barry 18 September 2019 - 18:09:25

Bagaimana ketika kita menyerahkan persoalan kepada.. more..

0 Answer

Dimas Diang 16 September 2019 - 13:44:33

Bagian excelnyang berisi alamat suatu sel

0 Answer


Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Banner Mitra September week 3


7275

Banner Mitra September week 3