Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
483


Kalau ibu harus mengalami masa depresi pasca persalinan. Perubahan suasana hati pada seorang ibu baru dianggap lazim dan dimaklumi oleh semua orang.

Bukan hanya ibu, tapi seorang ayah baru juga bisa mengalami semacam perubahan suasana hati yang aneh saat akan menyambut anak pertamanya.

Beberapa calon ayah merasa belum siap untuk proses transisi yang akan mereka alami. Dan beberapa lainnya mulai terserang rasa takut akan rutinitas sepanjang hari yang akan mereka jalani.

Walaupun di masa-masa kehamilan, seorang calon ayah akan cenderung jadi suami siaga bagi istrinya. Tapi untuk beberapa ayah baru akan mulai mengalami gejolak emosi. Meskipun kelihatan bahagia menyambut kehadiran sang bayi, tapi para ayah baru ini seakan punya sesuatu perasaan takut yang gak bisa diungkapkan.

Beberapa kondisi yang dialami seorang ayah baru adalah:

1. Serangan kecemasan dan rasa bersalah

Sama seperti ibu baru, seorang ayah juga berisiko mengalami depresi berat setelah kehadiran anak. Seperti serangan kecemasan, rasa bersalah, dan perasaan menutup diri.

“Aku benar-benar gak mengharapkan mengalami roller coaster emosional pada awalnya, dengan tekanan yang aku rasakan sebagai pencari nafkah dan kemudian tiba-tiba kaget dengan tanggung jawab tambahan sebagai ayah, yang bertanggung jawab untuk dua orang dan menyadari bahwa hubungan ayah dan anak mempengaruhi perkembangan anak,” ucap seorang ayah baru.

2. Takut gak sanggup mengemban dua kewajiban sekaligus

Tekanan emosi yang dialami ayah baru muncul dari pemikiran serius soal peran seorang laki-laki sebagai pencari nafkah dan juga suami yang harus berperan dalam mengurus anak.

“Dalam kasusku, aku merasa sangat tertekan dalam mencoba menyeimbangkan antara membantu istri dan anak kami dan juga tanggung jawab keuangan tambahan. Istriku sedang cuti hamil dengan 50% dari penghasilan sebelumnya dan sekarang kami membeli pokok, susu formula, sayuran organik untuk makanan bayi, dan pakaian baru setiap beberapa bulan dan banyak hal lainnya,” kata ayah baru lainnya.

3. Merasa gak mampu mengontrol reaksi bayi dalam situasi genting

Sebagai seorang pria yang belum punya pengalaman dalam mengasuh anak, ayah baru rupanya diserang ketakutan kalau-kalau gak mampu mengontrol reaksi bayinya saat merengek.

“Sebagai seorang pria yang punya mentalitas memperbaiki masalah, sulit untuk menerima kalau aku benar-benar tidak bisa mengontrol bayi yang selalu merengek. Tiba-tiba semuanya terasa di luar kendali, dan aku benar-benar gak tahu harus bagaimana meresponi atau bereaksi, selain memastikan kami bertiga selamat,” lanjutnya.

4. Bermasalah dalam hal pola tidur

Jadi ayah baru jelas berbeda saat masih belum punya anak. Sama seperti ibu baru yang akan menghadapi masa-masa kelelahan dan kurang tidur. Ayah baru juga akan menghadapi efek yang sama.

Setelah pulang kerja, ayah baru gak lagi punya waktu untuk segera istirahat. Alih-alih istirahat, mereka harus menggantikan peran istri untuk menjaga anak.

Kondisi ini akan terus menerus berlangsung sampai pada akhirnya ayah baru mulai lelah dan kehilangan tenaga.

Baca Juga :

Hanya Bertahan Enam Jam, Kelahirkan Anne Bukan Tanpa Tujuan

Jangan Kira Asyik, Jadi Anak Pendeta Juga Alami Suka Duka Ini Loh!


Di tahun 2010, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association yang mengkaji 43 studi di seluruh dunia menemukan lonjakan besar depresi pada ayah terjadi pasca persalinan. Sekitar 25% ayah mengalami depresi di tiga sampai enam bulan pertama. Sementara 10% lainnya bisa mengalami depresi di usia satu tahun pertama anak.

Beberapa tanda dari ayah baru yang mulai depresi atau stress ditunjukkan dengan gejala seperti:

  • Berkurangnya semangat hidup dan menjalani hidup dengan begitu saja
  • Lebih banyak jadi pendiam, kesal dan menarik diri
  • Enggan bersosialisasi dengan teman dan keluarga.
  • Suka gelisah dan sulit berkonsentrasi dan sulit tidur
  • Mudah tersinggung
  • Lebih sering keluar, minum-minuman dan berjudi
  • Emosional gak terkontrol

Untuk mencegah hal ini terjadi kepada ayah baru, ada baiknya mempersiapkan diri melakukan beberapa hal ini:

- Belajar cara merawat bayi sejak istri hamil. Kamu bisa belajar dari pengalaman teman atau belajar dari orangtua.

- Jangan enggan meminta bantuan dari keluarga, terutama saat kamu ingin menikmati waktu bersama pasangan tanpa gangguan.

- Gak bisa mengontrol atau mendiamkan bayi yang merengek bukan berarti kamu gagal sebagai ayah. Hal serupa juga bisa dialami oleh seorang ibu. Justru dengan kondisi itulah setiap orangtua diajarkan untuk lebih memahami kondisi anak.

Menjadi orangtua seharusnya membuat kita bersyukur. Karena gak semua orang bisa mengalaminya. Karena itu, kalau kamu saat ini jadi ayah dan ibu baru lebih banyak bersyukurlah dan gunakan kesempatan yang Tuhan kasih untuk mengajarkan kita tentang bagaimana menjadi orangtua yang baik.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ivan Sitompul 9 June 2019 - 12:36:56

Tujuan tuhan yesus naik ke surga

0 Answer

Juan Sih 31 May 2019 - 22:21:57

Apakah hari sabat yang dimaksud alkitab adalah har.. more..

0 Answer

liana 27 May 2019 - 14:56:37

menikah tanpa sex

1 Answer


Yu55 Ch4nnel 28 May 2019 - 16:51:25
Bertahun2 saya meninggalkan Tuhan Yesus,hanyut dng... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:04
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Banner Mitra Week 3


7265

Banner Testify 20 (2)