Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
576


Tersiar kabar jika kejadian pengrusakan ini berlokasi di rumah Henock Niki, warga Jalan Protokol Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura pada Rabu, 27 Februari 2019 pukul 05.30 WIT.

Seperti diberitakan Tifaonline.com, Kamis (28/2), pengrusakan tersebut dilakukan oleh oknum tertentu beranggota 7 orang. Persoalannya diduga lantaran korban Henock Niki memutar musik dengan sound system di rumahnya saat sholat subuh di masjid berlangsung pada pukul 04.15 WIT. Merasa terusik dengan suara musik tersebut, para pelaku yang beberapa diantaranya membawa pedang samurai akhirnya mendatangi rumah Henock dan merusak sound systemnya. Mereka juga diduga melakukan pemukulan dan pengancaman terhadap keluarga korban.

Dari penuturan warga sekitar, keluarga Henock Niki memang sudah biasa memutar lagu-lagu di pagi hari. Selain memakai sound system ukuran besar, mereka juga memakai pengeras suara TOA yang diletakkan di tower bak penampungan air di belakang rumahnya. Namun warga selama ini mengaku tak terusik dengan suara tersebut, karena korban akan mematikan musik saat ibadah di masjid terdekat berlangsung.

“Kalau soal putar lagu-lagu sih memang biasa mutar, tapi tidak sering juga. Tapi bagi kami di sini tidak masalah sih. Kalau ada Adzan juga dia berhenti kok,” tutur sepasang suami istri warga setempat.

Atas pengrusakan ini, Polda Papua mengkonfirmasi telah mengamankan 7 pelaku. Mereka bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan beruntun sejak Kamis kemarin. Akibat perbuatannya, para pelaku dikenai Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang pengrusakan milik orang lain dengan kekerasan, ancaman pidana maksimal 7 tahun. Sementara pimpinan pelaku berinisial JUT bersama dua rekannya terjerat pelanggaran UU Darurat No 12 tentang kepemilikan senjata.

Baca Juga :

Papua Kembali Berdarah, PGI Keluarkan Surat Pastoral. Ini Isinya!

Papua Berdarah! Begini Sadisnya Pelaku Bersenjata Habisi Nyawa 24 Pekerja Nduga

Terkait berita pengrusakan yang sudah tersiar luas di media sosial ini, Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Martuani Sormin meminta semua pihak untuk tidak memlintirnya menjadi isu SARA.

“Saya tidak mau kejadian ini menyebabkan konflik yang meluas. Yang jelas sudah ditangani dan siapa yang bersalah secara hukum akan segera ditindak. Nanti kalau pelaku pengrusakan sudah ditangkap, baru kita luruskan masalah ini. Yang jelas tidak ada unsur SARA di kejadian ini,” ucapnya.

Kapolsek Muara Tami Pieter Kalahatu menyampaikan hal senada, supaya warga tidak terprovokasi apalagi sampai membesar-besarkan kasus ini. Sebab, menurutnya, ini hanyalah kasus kriminal murni.

“Kita jangan mau terhasut dan terprovokasi dengan pihak-pihak yang ingin menunggangi kasus ini untuk adu domba kita. Ini adalah kriminal murni yang dipicu oleh kesalahpahaman. Saya paham pasti kita semua kecewa karena ini insiden yang ketiga oleh kelompok yang sama,” kata Pieter Kalahatu dalam rapat koordinasi FKUB, Rabu (27/2).

Sumber : tifaonline.com/jubi.co.id

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Muhammad fachri Nasution 23 September 2019 - 03:07:04

I spoken word

0 Answer

Alfian Febriyan Official 22 September 2019 - 23:51:09

perbedaan sco unix dan sun unix

0 Answer

vina mukuan 22 September 2019 - 09:05:42

Saya hobby menulis lirik lagu rohani, tapi saya ti.. more..

0 Answer


nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

Banner Mitra September week 3


7277

Banner Mitra September week 3