Kenapa Hari Valentine Bagi Sebagian Warga Indonesia Dianggap Haram?

Nasional / 11 February 2019

Kenapa Hari Valentine Bagi Sebagian Warga Indonesia Dianggap Haram?
Sumber: YouTube.com
Lori Official Writer
6913

Dari tahun ke tahun perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day mengundang kontroversi. Beragam penolakan dari berbagai pihak bermunculan, khususnya dari kelompok keyakinan non Kristiani.

Lembaga keagamaan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri sudah sejak lama mengeluarkan fatwa larangan bagi umat Islam khususnya remaja dan anak mudanya untuk merayakan Hari Valentine. Salah satu alasan pelarangan ini adalah bahwa Valentine bukan tradisi Islam. Memperingatinya dianggap sebagai sesuatu yang haram.

Alasan itu pula yang melatarbelakangi maraknya penolakan Hari Valentine saat ini. Seperti halnya Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, yang baru-baru ini, mengingatkan warga Aceh untuk tidak merayakan Valentine pada 14 Februari 2019 mendatang. Dia menegaskan Valentine bukan budaya masyarakat Aceh dan bahkan sangat bertentangan dengan hukum syariat Islam yang berlaku diprovinsi tersebut.

“Hari Valentine bertentangan dengan syariat Islam dan bukan budaya masyarakat Aceh yang mayoritas Islam,” kata Aminullah Usman pada Rabu, 30 Januari 2019 lalu.

Bukan hanya melarang remaja, pemuda dan masyarakat muslim, tapi dia juga mengingatkan perhotelan, restoran, warung kopi, kafetaria dan tempat hiburan untuk tidak memfasilitasi hari Valentine.

Baca Juga :

MUI Haramkan Perayaan Valentine’s Day

Valentine, Hari Kasih Sayang Dunia

Sementara di Surabaya, berbagai lembaga keagamaan juga menggelar aksi senada. Semisal, Jama’ah Ansharusy Syari’ah (JAS) menyebutkan dalam spanduk aksinya dengan kalimat ‘Muslim Haram merayakan VALENTINE DAY. V-Day = Hari Zina Internasional’. Lembaga ini menilai jika Valentine Day hanya menjadi sumber terjadinya perilaku-perilaku menyimpang bagi generasi muda. Mereka juga menekankan kalau hari kasih sayang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Hal ini juga diikuti oleh Komunitas Peduli Hijab Jakarta. Dalam kegiatan car free day pada Minggu (10/2) kemarin, komunitas ini mengajak kaum perempuan Muslim untuk mengikuti syariat Islam dengan menutup aurat dan tidak merayakan Valentine.

Lalu apakah Hari Valentine memang gak pantas dirayakan?

Ditilik dari sejarahnya, Hari Valentine sebenarnya muncul dari kisah orang suci Katolik Roma bernama Santo Valentinus. Pada 143 masehi, dia mengemukakan gagasan hidup dengan cinta dan kasih sayang. Ide ini kemudian diminati kebanyakan pemuda. Alhasil, tradisi merayakan hari kasih sayang pun berkembang di abad ke 19 Masehi.

Meskipun budaya ini berasal dari Roma, Italia. Tapi perayaan Valentine sudah begitu mendunia. Setiap tanggal 14 Februari, semua orang merayakannya dengan meriah dan diidentikkan dengan pemberian coklat kepada orang-orang yang disayangi.

Perayaan Hari Valentine pada umumnya dipandang sebagai satu momen untuk menyebar kasih kepada semua orang baik antara pasangan, teman dan orang-orang terdekat. Jadi, sejak awalnya perayaan hari kasih sayang ini bertujuan untuk menyebar nilai positif soal kasih sayang.

Sayangnya, sebagian orang menilai Valentine Day dari sudut pandang negatif. Mereka melabeli perayaan ini sebagai hari maksiat karena menyaksikan sebagian orang memanfaatkan Valentine untuk melakukan tindakan yang tidak pantas. Kenapa mereka melakukannya? Karena mereka kehilangan makna Hari Kasih Sayang yang sesungguhnya.

Jika semua orangtua mengajarkan anak soal makna Hari Kasih Sayang ini, pastinya anak-anak remaja maupun anak muda akan merayakannya dengan benar dan pantas.

Jadi Valentine bukan soal perayaan agama tertentu, tapi hari istimewa ini adalah soal bagaimana kita diingatkan kembali tentang bagaimana cara kita seharusnya menunjukkan kasih kita kepada orang lain. Dan sudah seharusnya kita menyebarkan cara mengasihi itu setiap hari kepada semua orang.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?