Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
1383


Siapa sih manusia yang sempurna?

Tak satupun yang sempurna, karena kita memiliki kekurangan masing-masing dan memiliki kelemahan masing-masing. Dan ketika kita berupaya untuk melakukan kebaikan, iblis seperti menawarkan sesuatu dan menyentuh kelemahan kita sehingga kita mulai tergoda dan jatuh ke dalam dosa lagi.

Melulu jatuh-bangun, lantas mau sampai kapan?

Rumah yang kokoh, akan tetap bertahan meski diterjang ombak. Bukan karena arsiteknya yang jago, atau tukangnya yang berpengalaman, melainkan karena rumah dibangun dengan pondasi rumah yang kuat.

Demikian juga dengan manusia. Untuk menjadi sempurna, kita harus terus diproses dan berada dalam hadirat Allah dan jangan melangkah sedikitpun tanpa dasar kebenaran Firman-Nya.

Masalahnya, hal-hal inilah yang kerap kita lakukan sehingga jatuh-bangun dalam dosa :

1. Tetap berada dalam zona nyaman sekalipun sudah tau bahwa watak dan sikap kita itu salah dan buruk

Misalnya, suka marah-marah.

Seorang teman kehilangan persahabatannya hanya karena tak bisa menahan amarah mengenai sebuah masalah kecil.

Sepertinya, kemarahan sudah menjadi masalah terbesar dan alat Setan untuk menghancurkan karakter seseorang dan membuatnya jatuh dalam dosa ya.

Marah kepada keluarga, kabur dari rumah, dan akhirnya berbuat dosa diluaran sana. Terkoneksi dengan orang-orang yang hidup dalam pergaulan buruk, dan lain sebagainya.

Marah karena seseorang hampir menabrak mobilmu ketika di jalan raya dan lain sebagainya.

Untuk bisa bertumbuh dalam Tuhan, maka kamu harus bisa menahan amarahmu, dan sabar menghadapi masalahmu dan meresponnya dengan penuh kasih. Lebih tepatnya, keluarlah dari zona nyamanmu.

Jika kamu biasanya memarahi anak buahmu dengan berteriak, berharap dia menghormatimu, lebih baik bicara lembut dengannya dan jangan nge-bossy meski kamu adalah bos.

Tetap rendah hati supaya sinar Kristus terpancar, bukan malah jadi batu sandungan kan?

Yakobus 1:20-21: "Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

2. Enggak mau berkumpul dengan komunitas atau pergi ke gereja

Setelah berulang kali jatuh bangun dalam dosa seks, seorang anak di komselku beberapa tahun lalu tak lagi bergabung dengan kami, jarang pergi ke gereja dan selalu memiliki alasan ketika diajak ke komunitas.

Itulah dosa. Yep, nggak cuma membuat kita jauh dari Allah melainkan dari perkumpulan orang-orang kudus-Nya.

Terus, kalau sudah begitu, apa yang harus kita lakukan?

Benar, kita harus memaksakan diri untuk bangkit dan pergilah ke gereja.

Untuk bisa bertumbuh dalam kerohanian yang signifikan maka kita harus memberi diri untuk bergabung dengan orang-orang kudus-Nya Allah juga.

Pertemanan dan pergaulan sangat mempengaruhi pertumbuhan kita. Bukan berarti kamu tidak bisa berteman dengan yang lain, tetapi jangan memberi diri masuk ke dalam gua Singa kalau tidak mau mati, artinya jangan dulu berada di dalam lingkungan yang memicu sebuah dosa jika kamu masih lemah terhadapnya. Mulai sekarang, pergilah ke gereja dan berkomunitaslah!

3. Malas berdoa, apalagi baca Alkitab

Yep, kadang kesibukan membuat semuanya terlupakan bahkan bikin malas.

Wajar sih, saya juga kalau disuruh sekedar nelpon pacar pas lagi pusing hectic sama kerjaan juga malas.

Pengennya abis itu istrahat, dengerin musik dan tidur.

Tetapi kan, yang menjadi masalahnya, berdoa dan membaca Alkitab itu bukan sebuah 'sekedar' melainkan sebuah kebutuhan.

Berdoa dan membaca Alkitab adalah nafas orang percaya, dalam arti percaya kepada Kristus dan ingin hidup dalam kebenaran.

Jadi, kalau kamu ingin bernafas dengan benar dalam Kristus, jadikanlah doa dan baca Alkitab sebagai kebutuhan utama lebih dari segalanya.

Bukan menggurui, tetapi inilah kebenaran yang harus kita lakukan agar tetap terjaga dari dosa dan kuat melawan kelemahan tadi.

 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah  , sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” (Mazmur 127:1)

Jadi, sia-sialah kamu berusaha untuk hidup kudus tanpa pertolongan Allah. Tetaplah terkoneksi dengan Tuhan dan berubahlah. Pelan-pelan tapi pasti !

 

Apakah kamu sering jatuh bangun dalam dosa dan tak kunjung temukan jalan keluar? Yuk datang pada Tuhan. Kalau butuh pertolongan dan dukungan doa, kamu juga bisa hubungi Sahabat24 SMS WA 081703005566  atau telp di 1-500-224  dan 0811 9914 240 .


Sumber : berbagai sumber/jawaban

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

agung setiawan 21 August 2019 - 14:27:12

Sebuah mesin yang bekerja menurut daur carnot men.. more..

0 Answer

George 21 August 2019 - 06:36:40

Puasa daniel yang benar

0 Answer

dewan toro 21 August 2019 - 06:27:14

Saben omah kudu duwe .... Uwuh

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7274

Banner Mitra Agustus Week 3