Dibalik Kekuatan Dalam Melewati Tungku Api!

Dibalik Kekuatan Dalam Melewati Tungku Api!

Naomii Simbolon Official Writer
      1526

Filipi 4:13

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

 

Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 14; Wahyu 20; Ayub 3-5

Apakah itu hanya menurut saya atau justru semua berkata bahwa semua penyakit yang didiagnonis sangat melemahkan dan mengancam jiwa?

Jadi, tahun lalu saya memiliki teman dekat yang didiagnosis menderita kanker payudara, melanoma, fibromyagia, kanker prostat dan limfoma.

Beberapa orang diantara mereka, ada yang sudah melakukan perawatan medis yang sangat ekstrim dan sedang memulihkan diri, beberapa orang ada juga yang masih berjuang untuk hidup mereka, dan yang lainnya sudah disembuhkan.

Teman-teman saya itu terus berjuang demi menjaga keluarga mereka tetap utuh dan hidup mereka tetap seimbang. Mereka berusaha menjaga martabat dan harapan keluarga mereka meski keadaan mencoba merampas keduanya.

Kata-kata,"Mengapa, Tuhan?" pernah terlewat di bibir saya bahkan lebih dari satu kali, tetapi Tuhan tetap tidak memberikan kepada saya jawaban yang tepat. Jalan Tuhan bukanlah jalan kita, pikiran-Nya juga bukan pikiran kita bahkan firman-Nya berkata kepada kita bahwa rencana-Nya memberi kita harapan dan masa depan.

Raja Nebukadnezar mendiktekan bahwa setiap orang di negerinya, haruslah menyembah sebuah patung emas setinggi 90 kaki, dan barang siapa yang melanggar maka akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah pemuda Yahudi yang menyembah Allah. Mereka sama sekali nggak akan menyembah berhala. Lalu Raja marah kepada mereka dan memerintahkan agar tungku dipanaskan tujuh kali lebih panas dari biasanya. Dan ketiga orang Yahudi itu akan dilemparkan ke dalam tungku.

Namun tepat sebelum dilemparkan, Sadrakh, Mesakh dan Abednego berbicara kepada raja :

"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Daniel 3: 16-18)

Terkadang kita nggak bisa mengendalikan keadaan atau masa depan kita. Kita tahu bahwa dunia ini dan kesengsaraannya hanya sementara bagi kita. Kita juga tahu bahwa kita nggak akan ada sampai detik ini jika Tuhan nggak memberikan kita kasih karunia untuk berjalan. Kita tahu bahwa ketika kita terlalu lelah untuk berjalan, maka Dia secara pribadi akan membawa kita semangat dan bangkit dengan kekuatannya yang lembut sekali.

Ya Tuhan , kami tahu bahwa Engkau bisa menyelamatkan kami. Kami meminta kepadaMu untuk menyembuhkan kami untuk kemuliaanMu. Tanpa Engkau kami tidak akan bisa melayani diri kami sendiri bahkan Engkau. Sewaktu kami berjalan melewati tapi, tolonglah kami, batalkan semua itu agar tidak terjadi. Berikan kekuatan pada tubuh, roh kami, dan tetaplah dekat dengan kami bahkan di dalam kegelapan. Amin.

 

Dikutip dengan izin dari Near to the Heart of God, oleh Terry Meeuwsen © 1998

 

Ikuti Kami