Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
878


Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. (Efesus 3: 20-21)

 

Ada dua pandangan yang saling bertentangan soal bagaimana Allah memperlakukan ciptaanNya sendiri. Pandangan pertama menilai kalau Allah itu adalah pribadi yang pelit dan senang dengan penderitaan umat-Nya. Pandangan kedua menilai kalau Allah itu ibarat jin yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan umatNya. Saat kita meminta kepada dengan iman maka kita akan mendapatkan yang kita inginkan. Kekuatan iman menjadi penentu dari kemurahan hati Tuhan kepada umat-Nya. Jadi orang yang percaya dengan pandangan ini menilai kalau Allah sendiri hanya menginginkan kita bahagia, sehat dan kaya raya selama hidup di dunia.

Tapi tahukah kamu, tak satupun dari kedua pandangan ini yang benar tentang gambaran karakter Allah dan sifat kasih-Nya kepada manusia.

Di dalam Efesus 3: 20-21, Paulus menyampaikan dengan jelas kalau Allah sanggup, mampu, dan berkuasa. Sehingga Dia bisa melakukan lebih banyak dari apa yang kita doakan dan pikirkan. Jadi, anggaplah kita punya kebutuhan atau keinginan. Tentu saja kita percaya kalau Allah peduli dengan hal-hal itu dan memberikannya sesuai dengan yang kita butuhkan.

Tapi dalam ayat ini, Paulus justru menyampaikan kalau Allah sendiri justru bisa memberikan hal yang lebih besar dari kebutuhan dan keinginan kita. Dia bukan Allah peduli hanya sebatas kebutuhan kita saja, tapi Dia adalah Allah yang bisa melakukan jauh lebih besar dari itu.

Tuntutan dan pemikiran kita yang lemah tentang pekerjaan Tuhan terbilang sangat dangkal jika dibandingkan dengan kemampuan dan kuasa-Nya. Apa yang Dia bisa lakukan dan siapa Dia jauh melampuai imajinasi liar yang dihasilkan oleh pikiran kita. Dia adalah Allah yang penuh kasih dan kita gak akan sanggup memahaminya karakterNya. Itu sebabnya Paulus mengatakan kalau Dia layak mendapat segala kemuliaan dan pujian.

Allah bukan sosok yang senang membuat umatNya menderita. Dia senang memberikan pemberian yang baik kepada anak-anakNya (Matius 7: 11) dan Dia memberi karunia-karunia yang sempurna kepada setiap orang (Yakobus 1: 17). Dia suka memberi hadiah yang sempurna dengan cara-Nya yang sempurna.

Seberapa sering kita meminta dan mempercayai Tuhan untuk karunia yang sempurna? Tapi terlalu sering kita cepat puas dengan sesuatu yang baik-baik saja atau sesuatu yang kita buat sendiri. Padahal kalau kita suka menunggu, Tuhan mungkin akan memberikan hadiah yang sempurna. Sebagian orang juga lebih suka mendesak Tuhan memberikan sesuatu yang mereka pikirkan. Padahal Tuhan punya rencana yang jauh lebih tinggi dan lebih besar, yang melampaui apa yang bisa kita minta atau pikirkan. Semua ini akan diberikanNya kalau saja kita mau percaya kepada Dia, berserah sepenuhnya dan menunggu waktu dan persediaan-Nya yang sempurna.

Tuhan bisa memberikan hadiah yang sempurna sesuai dengan waktuNya yang tepat. Mungkin hadiah itu bisa berupa pelajaran atau wawasan supaya kita semakin menghargai pemberian-Nya. Mungkin juga berupa manifestasi kebaikan Tuhan dalam bentuk perlindungan atau kebebasan yang kita pikir tidak kita butuhkan. Mungkin hadiah sempurna itu juga bisa berupa orang-orang sempurna yang dikirim sebagai pelengkap dalam hidup kita. Seperti pasangan hidup, anak, atau teman.

Tuhan cukup peduli terhadap hidup kita dan bahkan memberikan lebih dari yang kita doakan. Tuhan memberi kita semua hal yang kita perlukan sedemikian rupa. Karena itu layaklah kita berkata kalau Tuhan adalah pribadi yang setia akan janjiNya.

Jadi, ada Tuhan yang sanggup memberikan di atas dari semua yang kita minta dan pikirkan. Semua itu tidak dilakukan sesuai dengan kekuatan kita sendiri, tapi sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam kita yaitu Yesus Kristus (Galatia 2: 20).

Alasan Tuhan mengasihi anak-anak-Nya begitu besar bukan karena apa yang ada di dalam kita. Tapi karena siapa yang ada di dalam kita. Allah mengasihi anak-Nya sedemikian rupa sehingga Dia tak akan bisa menolak untuk mengasihi orang-orang yang telah menerima-Nya. Kita mungkin adalah anak adopsi di dalam keluarga Allah, tapi Dia sama sekali tidak memperlakukan kita secara diskriminatif. Kita bukanlah anak yang ditolak, anak yang kurang disukai, atau anak yatim piatu. Kita punya Bapa di surga yang mengasihi kita dengan begitu dalam. Karena itulah Dia rela melakukan hal-hal yang sempurna dan di luar dari yang bisa kita minta dan pikirkan.

Sumber : Relevantbibleteaching.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Sisca 23 October 2018 - 02:10:19

Utang usaha

0 Answer

Novi Aulia 22 October 2018 - 20:14:04

Tentang arti dan makna Seluruh kekayaan alam dan s.. more..

0 Answer

Cherish Anastasia 22 October 2018 - 10:22:06

Selamat pagi, perkenalkan nama saya Sia. Ada bebe.. more..

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week  3


7277

advertise with us