Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
366


Seorang pria pergi berobat ke salah satu dokter. Katanya, “Dokter, aku mau lebih sehat.” Lalu sang dokter berkata, “Gak masalah. Mulai sekarang, biasakanlah untuk berbicara jujur.”

Kita mungkin menganggapnya semacam lelucon. Tapi sebenarnya saran dokter ini benar-benar teruji. Sebuah studi baru menemukan kalau sikap jujur adalah kunci seseorang hidup jauh lebih sehat.

Studi yang ditulis oleh Anita E Kelly, seorang profesor spikologi di Universitas Notre Dame yang ikut menjalankan proyek penelitian yang didanai oleh Yayasan Templeton, The Science of Honesty mengaku bahwa ‘kejujuran’ memang sangat berkontribusi terhadap kesehatan seseorang.

Dalam studi ini, Kelly dan rekan-rekannya merekrut sekitar 72 orang dewasa dan secara acak membagi mereka ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang yang suka bicara jujur dan kelompok lainnya adalah kelompok yang harus dikontrol dengan memberikan instruksi khusus.

Sementara kelompok pertama diberikan mandat untuk melakukan tugas mereka seperti harus bicara jujur setiap hari selama lima minggu. Mereka diminta untuk jujur dan menyampaikan pikiran dan perasaan mereka dengan tulus baik dalam hal besar maupun paling kecil.

Setelah lima minggu, kedua kelompok ini kemudian diteliti di laboratorium untuk mengikuti tes poligraf berkala dan ukuran standar kesehatan fisik. Di minggu kelima dan terakhir, Kelly menemukan hasil yang cukup signifikan. “Kelompok yang bersikap jujur melaporkan kondisi kesehatan fisik yang jauh lebih baik dari kelompok yang dikontrol, mereka khususnya mengalami lebih sedikit sakit tenggorokan, sakit kepala dan mual. Mereka juga mengaku hampir tak mengalami gangguan kesehatan mental seperti perasaan tegang atau cemas,” kata Kelly.

Baca Juga:

Perlu Gak Sih Orang Kristen Bikin Asuransi Kesehatan? Ini Jawabannya…

Digadang Bakal Jadi Tren Pengobatan 2018, Singkong Ternyata Punya 7 Manfaat Kesehatan

Dari penelitian lain soal ‘kebohongan’ yang dilakukan oleh Robert Feldman dan rekan-rekannya menunjukkan fakta bahwa sekitar 60% dari manusia mengalami kesulitan percakapan tanpa berbohong setidaknya dua kali selama sepuluh menit. Kelly juga menambahkan kalau rata-rata orang berbohong sekitar 11 kali dalam sehari. Kebohongan itulah yang kemungkinan membuat seseorang mudah mengalami stres spikosomatis serta penurunan sistem kekebalan tubuh.

Sementara mereka yang berbohong lebih sedikit akan mengalami masalah kesehatan mental yang lebih sedikit juga. Seperti contoh gejala ketegangan atau melankolis, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Selain itu, seseorang yang lebih sedikit berbohong akan jauh lebih baik dalam hubungan interaksi sosialnya dengan orang lain.

Jadi, studi ini menemukan fakta baru bahwa saat seseorag bersikap jujur dan tulus, dia akan jauh lebih sehat dan terhindar dari masalah fisik dan mental. Sebaliknya, saat seseorang mencoba untuk berbohong maka kondisi kesehatan akan lebih rumit apalagi situasi itu dibarengi dengan beban pikiran yang cukup menyita energi.

Sumber : Forbes.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erwin Julio 16 August 2018 - 09:19:44

Putus cinta

0 Answer

Kefas Yonas 16 August 2018 - 02:13:34

shalom , apakah tanya tentang wetong kepada orang .. more..

0 Answer

Christian 14 August 2018 - 10:38:46

prolegomena

0 Answer


Ridoe Perdana 14 August 2018 - 11:19:06
Saya mohon dukungan doa dalam masa pacaran agar di... more..

Fenfen 13 August 2018 - 18:10:19
Syalom sahabat2 semua, saat ini saya sedang ada pe... more..

Putri NT 1 August 2018 - 11:15:57
Damai sejahtera sahabat-sahabat semua. Saat ini sa... more..

Junedi fajri 18 July 2018 - 00:35:51
Saya minta didoakan agar bisa terlepas dari pengar... more..

Banner Mitra Week 2


7189

Gempa Lombok