Lori

Official Writer
1848


Dalam suatu percakapan, ada yang bilang begini ‘Bikin asuransi kesehatan itu ibarat kita berharap kita akan sakit nanti.’ Kalimat ini pun jadi bahan perenungan sendiri buatku. Aku kadang berpikir, orang Kristen yang sudah percaya kalau kesehatan itu berasal dari Tuhan pasti berpikir nggak lagi perlu asuransi kesehatan. Kan yang jamin kesehatan itu Tuhan sendiri.

Benar nggak sih pandangan yang begini?

Beberapa orang Kristen menganut pola pemikiran bahwa salah satu cara untuk menunjukkan keyakinannya yang teguh kepada Tuhan adalah dengan memilih untuk memakai mode perawatan kesehatan dan investasi-investasi kesehatan dalam bentuk apapun, termasuk asuransi. Sementara yang lainnya memandang kalau asuransi adalah salah satu bentuk pilihan yang Tuhan mau untuk kita lakukan untuk mempersiapkan kita menghadapi kondisi-kondisi yang tak terduga di masa mendatang.

Baca Juga : Apa Yang Menjadi Benteng Perlindunganmu, Asuransi Atau Tuhan?

Tapi apakah hal ini terbilang alkitabiah? Apakah firman Tuhan menulis soal masalah ini?

Supaya lebih memahami hal ini, yuk baca dulu soal kisah Yusuf dan Nuh. Di Kejadian 41: 1-37, dituliskan dimana Yusuf yang adalah seorang budak Ibrani dipakai Tuhan dengan luar biasa menjadi Raja atas bangsa Mesir. Tuhan bahkan memberitahukan dia bahwa akan terjadi masa 7 tahun kelaparan di seluruh negeri. Dan untuk mencegah hal itu terjadi atas bangsanya, Yusuf pun menimbun perbekalan untuk 7 tahun ke depan.

Kisah yang sama juga dialami oleh nabi Nuh. Kita tahu bahwa Allah memerintahkan dia untuk membuat bahtera yang sangat besar untuk menyelamatkan dia dan seluruh keluarga serta binatang-binatang melata dari air bah. Untuk mempersiapkan waktu itu, Nuh harus menghabiskan ratusan tahun lamanya.

Baca Juga : Daripada Uang Habis, 'Diasuransikan' Saja!

Baik Yusuf dan Nuh melakukan tindakan yang proaktif untuk mencegah atau menghindari sesuatu yang akan terjadi di masa depan dengan dasar iman.

Apakah kasus yang dialami Yusuf dan Nuh bisa disamakan dengan masalah kesehatan orang Kristen?

Ada sejumlah orang yang mungkin akan berbeda pandangan soal hal ini. Beberapa diantaranya mungkin lebih mengandalkan (bergantung penuh) pada iman daripada jasa pelayanan kesehatan buatan manusia. Tapia da banyak diantaranya juga yang kemudian berhadapan dengan situasi sulit dalam kesehatannya dan terpaksa harus memakai jasa pelayanan kesehatan orang lain.

Kalau sudah begitu apakah imannya yang salah atau cara pandangnya soal iman saja yang salah? Sama seperti Yusuf dan Nuh, Tuhan juga mau kita mempersiapkan diri untuk masa depan kita yang lebih baik. Dia tentu saja tidak ingin kita jatuh miskin atau sakit-sakitan. Tapi untuk mencegahnya, kita perlu melakukan tindakan proaktif dalam iman.

Tanyakan apakah kamu memang memerlukan asuransi kesehatan?

Untuk membantumu menjawab hal ini, mulailah menanyakan ke diri sendiri tentang beberapa pertanyaan ini.

  • Siapa dari anggota keluargamu yang butuh perawatan?
  • Berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk hal itu?
  • Untuk apa tujuan uang yang akan kamu bayarkan?

Setelah menjawab pertanyaan di atas, kaitkanlah hal itu dengan kondisi yang kamu hadapi:

  • Berapa usiamu?
  • Apa kamu masih dalam kondisi sehat?
  • Apakah kamu punya rekam jejak penyakit?
  • Berapa besar faktor genetik yang bisa membuatmu jatuh dalam masalah kesehatan di kemudian hari seiring usia yang bertambah?

Setelah mempertimbangkan kondisimu, pikirkan jenis asuransi kesehatan yang bagaimana yang kamu butuhkan. Apakah itu berjangka atau permanen tergantung pada kebutuhan dan kemampuanmu.

Pikirkanlah bahwa dengan membuat asuransi kesehatan, bukan berarti meragukan kemampuan dan kuasa Tuhan untuk menjamin kesehatanmu. Sebaliknya, asuransi kesehatan ini bisa jadi cara Tuhan untuk menolongmu ketika keuangan jadi penghambat untuk mendapatkan perawatan kesehatan di masa depan.

Asuransi adalah investasi kita untuk memastikan bahwa kita akan mendapatkan perawatan kesehatan yang baik. Kalaupun memang kita tak membutuhkannya, kita hanya perlu menjaga gaya hidup sehat sejak saat ini. Atau mungkin kamu bisa memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan saja seperti asuransi:

  • Pencegahan perawatan dan kesehatan
  • Kehamilan dan persalinan
  • Perawatan medis rawat inap atau rawat jalan
  • Mengkover pre-perawatan
  • Obat-obatan

Dengan membuat asuransi kesehatan, bukan berarti kita tak lagi mengandalkan iman. Ingat bahwa iman kita bertindak dengan iman yang aktif dan bukan pasif.

Sumber : Crosswalk.com/Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

sastrapin 8 September 2020 - 04:21:18

menyembah

0 Answer

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer


Valentino Rumaseb 18 September 2020 - 21:07:46
Shalom, Salam sejahtera, salam kenal, saya Valent ... more..

Dosma Panjaitan 17 September 2020 - 16:23:12
Shalom bapak/ibu. Saya minta dukungan doa dari bap... more..

Rico Andhika 1 September 2020 - 22:45:30
Saya mohon bantuan doanya untuk diberikan jawaban ... more..

Edward Budi Setiawan 1 September 2020 - 12:24:55
Supaya Yesus, memberkati, mengurapi & menyertai se... more..

advertise with us


7183

advertise with us