Lindungi Anak, Lembaga Ini Gandeng Gereja Terbesar di Nias Tuk Buat Buku Panduan

Lindungi Anak, Lembaga Ini Gandeng Gereja Terbesar di Nias Tuk Buat Buku Panduan

Budhi Marpaung Official Writer
1386

Dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan Anak di Pulau Nias, Sumatera Utara, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) menerbitkan buku saku Perlindungan Anak Berdasar Agama Kristen Protestan. Dalam proses penyusunannya, PKPA bekerja sama dengan salah satu sinode gereja terbesar di Nias, yakni Banua Niha Keriso Protestan (BNKP).

“Tim penyusun buku dari PKPA konsennya pada aspek hak-hak anak dan perlindungan anak, sementara tim penyusun dari Banua Niha Keriso Protestan Nias dari aspek agama Kristen Protestan di Nias,” Ujar Direktur Eksekutif PKPA, Keumala Dewi seperti dilansir kabarindonesia.com dalam lamannya, Sabtu (21/7/2018).

Oleh karena melibatkan pihak lain, sambung Keumala, meski disusun sejak tahun 2015, buku saku Perlindungan Anak Berdasarkaan Agama Kristen Prostestan baru bisa diterbitkan pada 2018.

Baca Juga: Mengapa Yesus Harus Naik ke Surga? Ini Jawaban Terbaik yang Bisa Kamu Berikan Pada Anakmu!

Keumala Dewi menjelaskan masyarakat Nias mayoritas beragama Kristen dan posisi pemimpin agama sangat dihormati dan memiliki nilai yang cukup tinggi di masyarakat.

“Dengan memberikan panduan ini kepada para pendeta dan guru jemaat, diharapkan pesan peningkatan perlindungan anak terus meningkat dalam kehidupan bermasyarakat di Nias,” ungkap Keumala Dewi.

Sementara itu, Ephorus BNKP Pdt. Tuhoni Telaumbanua mengatakan bahwa buku saku yang diterbitkan ini sangatlah bermanfaat bagi setiap umat dan keluarga dalam mendampingi, membimbing, mendidik, dan mengasuh anak berdasarkan iman Kristen.


(Pendeta Tuhoni Telaumbanua dalam satu acara / Sumber: suarasumut.com)

“Kami menghimbau seluruh umat percaya untuk tekun membaca, merenungkan, menghayati dan melaksanakan dalam hidup sehari-hari karena Tuhan Yesus berkata biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan Allah,” pungkas Pdt. Tuhoni Telaumabanua.

Mengutip Wikipedia, sinode BNKP terbentuk pada tahun 1936 dan hingga tahun 1940 dipimpin oleh seorang misionaris Jerman. Meski dalam perkembangannya, terdapat Gereja Advent dan Katolik, tetapi BNKP merupakan gereja terbesar, yang mencakup 60 persen dari seluruh penduduk.  

Sumber : kabarindonesia.com, Wikipedia.org

Ikuti Kami