Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

1717387258563145

Official Writer
1952


Jika saya mengunjungi kota yang saya nggak kenal dan mencari kedai kopi terdekat untuk memuaskan kebiasaan ngopi sore, maka bantuan selalu ada. Saya bisa bertanya kepada orang-orang disana, mencari di peta, atau menggunakan aplikasi untuk membantu saya mencari lokasi.

Tapi gimana dengan mencari Tuhan? Gimana saya bisa menemukan Tuhan? Dan gimana jika ada banyak cara dan motif untuk mencari Tuhan? Apa yang harus saya lakukan?

Apakah Tuhan itu ada?

Beberapa orang memutuskan mencari Tuhan hanya sekedar ingin tahu apakah Dia ada atau nggak. Mereka mencari bukti nyata tentang Dia, tapi belum tentu menginginkan hubungan dengan Dia. Mungkin mereka memulai pencaharian intelektual dengan sebuah tujuan yang bebas, sekali dan selamanya mengenai keberadaan Tuhan.

Teolog Kristen dan penulis C. S Lewis dibesarkan di sebuah keluarga Protestan di Belfast, Irlandia. Namun sebagai seorang remaja, ia meninggalkan keyakinannya. Dia menemukan sedikit dukungan untuk eksistensi Tuhan dalam studi akademis awalnya.

"Saya mulai murtad," tulis Lewis, "menjatuhkan keyakinan saya tanpa merasa kehilangan dengan lega terbesar." Kemudian setelah dewasa, Lewis terkejut dengan penuh sukacita dan dipimpin oleh imajinasi dan alasan untuk menetapkan keyakinannya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah. Rute pencahariannya sangat panjang bahkan berputar-putar, namun pada akhirnya dia menegaskan iman masa kecilnya yaitu Yesus.

Sampai saat ini, masih ada banyak orang yang mencoba mencari bukti keberadaan Allah dan berharap menemukannya. Charles Darwin adalah orang yang mencari Tuhan, meskipun pada akhirnya ia menjadi agnostik yang paling kecewa dalam sejarah modern. Sebagai pemuda, Darwin mempertimbangkan berkarir sebagai imam dan mulai mempelajari dunia alam, percaya bahwa hal itu menunjukkan kemuliaan Allah.

"Saya sangat nggak mau melepaskan keyakinan saya," tulis Darwin dalam autobiografinya yang dikutip dari ExploreGod, "tetapi saya merasa semakin sulit untuk menciptakan bukti yang cukup untuk meyakinkan saya. Dengan demikian ketidakpercayaan menyelimuti saya."

Lewis mulai dari keyakinannya kepada Tuhan Yesus, kemudian dia meninggalkanNya dan lalu kembali lagi percaya sedangkan Darwin memulai dengan kepercayaannya kepada Tuhan, namun pada akhirnya dia meninggalkan pencariannya untuk Tuhan karena dia tidak menemukan apapun.

Lalu dimanakah Tuhan sebenarnya?

Jelas, bahwa Allah itu ada. Tanpa membaca cerita Lewis pun, kita tentu tahu bahwa Tuhan itu ada, pertanyaannya dimanakah Dia?

Orang Kristen, percaya bahwa Tuhan itu ada di mana-mana sepanjang waktu. Dia nggak bisa dibatasi, sebagai kita yang cuma bisa berada di satu tempat dan waktu.

Penulis Mazmur kuno yaitu Raja Daud, merenungkan keberadaan Allah :

"Jika aku mendaki langit, Engkau disana; Jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau, Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tanganMu akan menuntun aku, dan tangan kananMu memegang aku." (Mazmur 139:9-10)

Firman ini Daud tulis dan nyanyikan untuk mengklaim bahwa dia nggak bisa menemukan Tuhan tetapi dia juga tidak bisa lari dariNya.

"Tuhan ada dimana-mana," tulis teolog John Piper, " dan karena itu, Dia selalu dekat dengan semua orang. Dia memegang segalanya, kuasaNya selalu hadir dalam mendukung dan mengatur segala sesuatu."

Yap! Kehadiran Allah bisa kita temukan di alam, dalam kehidupan orang-orang yang mengikutiNya, dan di antara mereka yang berkumpul dalam ibadah

Terus, jika Tuhan itu ada dan Dia ada dimana-mana, mengapa orang Kristen masih terus mencari Tuhan?

BACA JUGA ARTIKEL INI : Sampai Kapanpun, Terang Akan Menang Melawan Kegelapan. Tetaplah Jadi Terang Kristus

Yang dimaksud mencari Tuhan bukanlah mencari keberadaanNya, bukan pula menguji kepercayaan diri kita terhadap adanya Tuhan, tetapi orang Kristen mencari Tuhan  berarti mencari pengalaman di dalam hadirat Tuhan. Alkitab sering sekali menasihati orang-orang yang percaya Yesus yaitu kamu dan saya untuk mencari wajah Allah. Frasa ini menunjuk pada akses langsung ke Allah, untuk mencari wajah Tuhan artinya mencari kehadiranNya.

Tuhan itu ada dimana-mana dan selalu dekat dengan semua orang, bahkan Dia berjanji untuk selalu bersama anak-anaknya. Tetapi kenyataannya sering sekali sebagai orang percaya, kita merasa seperti kehilangan kehadiran Allah, itu karena kita sering sekali mengabaikan fokus kita terhadap Allah dalam perjalanan hidup kita. Kita sering tidak taat dan jatuh ke dalam dosa yang disengaja, sehingga ketika kita kesulitan, kita beranggapan bahwa Tuhan tidak bersama kita.

Sejujurnya, Allah ada dimana-mana. Itu sebabnya mengapa kita harus terus mencari wajahNya dan berada dalam hadiratNya, serta taat agar kita bisa merasakanNya penuh.

 

Sumber : berbagai sumber/jawaban

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

rina ashari 15 February 2019 - 04:48:52

makanan yang baik untuk ibu hamil usis di atas 40 .. more..

0 Answer

Ria Lukita 14 February 2019 - 20:53:48

Pelecehan

0 Answer

Margareth 12 February 2019 - 20:29:50

Sudah bertahun tahun saya tidak pernah berdoa, say.. more..

0 Answer


Abigail Eleanor 11 February 2019 - 18:23:08
Tolong doakan saya lg mencari kerja..usia saya 35t... more..

A 8 February 2019 - 17:48:57
Tes

Viona 7 February 2019 - 10:54:05
Saya mohon dukungan dalam doa untuk pasangan hidup... more..

Rio Hascaryo 7 February 2019 - 08:48:26
Thanks buat kemarin, saya dapat melalui hari denga... more..

Banner Mitra Week 3


7233

advertise with us