Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
13873


“Saya adalah seorang mantan pecandu narkoba selama 20 tahun. Saya seorang bandar di Amerika. Saya juga mantan narapidana tiga tahun penjara di US San Quentin, mantan agama satanis. Kehidupan saya hancur di Amerika. Nggak ada baik-baiknya,” demikian Michael Howard menyebutkan siapa dirinya di masa lalu.

Awal mula kehancuran hidup Michael dimulai sejak masih muda. Pria kelahiran Indonesia ini mengaku nggak mendapat kasih sayang yang selayaknya dari kedua orangtuanya yang sibuk bekerja. Sekalipun kurang diperhatikan, dia dan adik perempuannya tetap didisiplin oleh sang ayah. Kerasnya disiplin orangtua membuat Michael harus tunduk dengan setiap perintah orangtuanya, termasuk saat dia harus mau dimasukkan ke sekolah asrama.

Di asrama, orangtua Michael bahkan jarang sekali mengunjungi dia. Hal inilah yang membuatnya kecewa dengan kedua orangtuanya. Dia pun akhirnya mencari kasih sayang yang hilang di keluarganya di luar.

“Saya pengen menghabiskan waktu dengan keluarga saya tapi saya tidak dapatkan itu. Nah, akhirnya gimana? Saya mencari kasih itu keluar. Saya masuk geng. Karena mottonya geng itu di Amerika kan ‘We Are Family’” terang Michael.

Di Amerika, anggota geng identik dengan narkoba. Dia pun ikut-ikutan mencicipi narkoba. Nggak hanya pemakai, tapi dia juga jadi bandar. Uang yang didapatkan dari penjualan narkoba membuatnya kaya raya. Tapi uniknya, sekalipun begitu Michael muda ternyata masih sering ke gereja kala itu karena ayahnya adalah anggota gereja yang cukup aktif.

“Saya masih ke gereja waktu itu. Karena papa saya setengah pendeta setengah pengusaha. Jadi saya mau nggak mau ya datang ke gereja. Tapi saya lama kelamaan merasa bersalah. Saya tiap hari minggu datang ke gereja. Tapi saya melakukan semua kegiatan yang tidak benar dari hari Senin sampai Sabtu,” ungkapnya.

Sekalipun punya perasaan bersalah dalam hatinya, Michael justru diperhadapkan pada pilihan yang salah. Dia akhirnya memilih jadi pengikut gereja setan. Pikirnya, daripada merasakan perasaan bersalah itu terus menerus lebih baik cebur sekalian. Di gereja setan dia merasa seolah berjalan di dunia baru.

“Saya merasakan mati. I have no soul. Nggak lama saya pengen keluar dari gereja setan.Karena saya merasa banyak hal yang bertolak belakang dengan saya,” terangnya.


Sekalipun keluar dari sana, Michael masih tetap menggeluti dunia hitamnya itu tetap menikmati uang dari hasil penjualan narkoba. Tapi di suatu titik, dia mengaku ada perasaan jenuh yang begitu hebat dalam dirinya. Apalagi saat menyaksikan satu per satu teman-teman terdekatnya meninggal karena tindakan kriminal yang mereka lakukan.

Michael mengaku keinginannya untuk bertobat semakin besar. Semakin dia ingin keluar dari kehidupan kelam itu, dia malah semakin menghadapi tantangan yang makin besar.

“Saya berseru sama Tuhan ingin bertobat tapi malah masuk penjara. Saya juga kaget. Saya pikir Tuhan akan ampuni saya seperti dijamah gitu loh ya. Wah, itu saya kepukul sekali itu.Saya sangat nggak nyangka itu bisa terjadi dalam kehidupan saya,” sebutnya.

Dii penjara, Michael sama sekali mendapatkan perlakuan yang amat sangat menyakitkan. Merasa tak lagi tahan, dia bahkan berniat bunuh diri dengan cara overdosis narkoba. Sayangnya niat itu tak diijinkan Tuhan. Dia mengaku mendengar bisikan Tuhan bahwa dirinya harus menjalani masa tahanan ini untuk membuatnya benar-benar bisa bebas dari belenggu kejahatan yang dilakukannya sebelumnya.

Tiga tahun lamanya dia mendekam di penjara. Puji Tuhan, Michael mulai membangun kembali hubungannya dengan Tuhan. Setelah menuntaskan tahanan, dia pun akhirnya dikembalikan ke tanah ke lahirannya Indonesia. Di usia 34 tahun, Michael Howard seakan lahir kembali jadi manusia baru.

Perasaan seorang diri di Indonesia, dia mengaku nggak punya apa-apa lagi. Tapi hanya satu hal yang dia bisa pegang ‘berserah kepada Tuhan’. Selama dua tahun terus bergelut menjalani jalan hidup yang benar, Michael tak patah arang. Dia terus berjuang. Mencoba membuat bukunya berjudul ‘Return’ dan membagikan kesaksian hidupnya kepada para narapidana di rumah-rumah tahanan.

Lewat bukunya, nama Michael mulai menggema di kalangan masyarakat Indonesia. Dia pun mendapat kesempatan untuk satu panggung dengan para motivator kenamaan, diantaranya Merry Riana, Tung Desem Waringin dan James Gwee.

Michael percaya bahwa Tuhanlah yang membawanya sampai ke titik ini. Dia benar-benar tahu maksud Tuhan dalam hidupnya.

“…bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus 4: 22-24)

Sumber : Restoration Community Church/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

sifra gracia 18 October 2018 - 17:48:37

Apa yang harus dilakukan gereja dalam memghadapi t.. more..

0 Answer

dwi sinjal 17 October 2018 - 10:20:40

Apakah seseorang yang belum mempunyai title sebaga.. more..

0 Answer

Selfira 14 October 2018 - 17:54:07

Pertemanan

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week 2


7273

advertise with us