Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
495


Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS) Mike Pence mengatakan akan segera merealisasikan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika dari kota Tel Aviv ke tanah suci Yerusalem tahun 2019 mendatang. Pernyataan inipun disambut tepuk tangan meriah oleh anggota parlemen Israel di Knesset pada Senin, 22 Januari 2018 kemarin.

“Amerika berdiri bersama Israel. Kami berdiri bersama Israel karena tujuan kalian adalah tujuan kami. Nilai-nilai kalian adalah nilai-nilai kami, dan perjuangan kalian adalah perjuangan kami. Kami berdiri dengan Israel karena kami percaya pada kebenaran di atas kesalahan, dan kebaikan di atas kejahatan dan kebebasan di atas tirani,” ucap Mike, seperti dikutip dari Malaysiandigest.com, Selasa (23/1).

Keputusan untuk mempercepat rencana ini dinilai akan memudahkan untuk memukul mundur Palestina untuk melepas Yerusalem Timur yang diklaim sebagai ibu kota negaranya di masa depan.

Baca Juga : Donald Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Penginjil Kristen Ini Yakin Akhir Zaman Sudah Dekat

Sebagaimana kita tahu, kontroversi dari klaim sepihak Presiden AS Donald Trump soal Yerusalem beberapa waktu lalu semakin membuat Amerika dan Israel jadi bahan olokan dunia Internasional. Meskipun telah didesak untuk mencabut pernyataannya, namun Trump tetap kokoh membantu Israel merebut kembali kota suci Yerusalem.

Tak lama setelah meluncurkan ucapan tersebut, Departemen Luar Negeri Amerika sudah mulai mencari lokasi yang tepat untuk membangun kedutaan besarnya di Yerusalem. Hampir semua negara yang menjalin hubungan diplomatis dengan Israel memang menyatakan dukungan yang sama supaya Israel dan Palestina bernegosiasi soal hak kepemilikan Yerusalem.

Baca Juga : Diakui Sebagai Ibukota, Umat Kristen di Yerusalem Percaya ini Adalah Penggenapan Nubuatan

Sementara Sekretaris Negara AS Rex Tillerson menyampaikan bahwa kemungkinan pembangunan kedubes ini bisa memakan waktu beberapa tahun. Karena akan banyak persyaratan keamanan yang wajib dipenuhi untuk mencegah peristiwa serangan bom di kedubes AS di Kenya dan Tanzania tahun 1998 silam. Bangunan kedutaan bahkan harus berdiri setinggi 100 kaki dari jalan untuk melindungi serangan bom.

“Sekretaris dan Wakil Presiden AS sependapat soal pentingnya masalah keamanan ini. Saya tidak akan menyampaikan tentang elemen-elemen keamanan apa yang akan dilewati,” ucap Steven Goldstein, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Diplomasi Publik dan Humas.

Sebelum rencana ini dijalankan, pemerintah sudah mendiskusikan secara mendalam soal apakah akan membangun kedubes yang baru dan memakan waktu dan biaya yang mahal atau justru menggunakan gedung konsulat yang ada di Yerusalem untuk sementara waktu.

Sumber : Malaysiandigest.com/Washingtonpost.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Deden 24 February 2018 - 02:42:21

Apa tindakan saya kalo istri meninggalkan rumah ta.. more..

0 Answer

anastasia 23 February 2018 - 16:35:52

bagaimana menghadapi orangtua yang selalu minta ua.. more..

1 Answer

desy deska 23 February 2018 - 11:06:47

Syalom saya Deska, mohon doanya yah untuk iman sa.. more..

2 Answer


Lin Fei Ping 22 February 2018 - 16:35:26
Shalom,saya Lin Fei Ping,mohon doa supaya dibantu ... more..

Lilyana Olivia 22 February 2018 - 07:44:10
Shaloom... Sejak melahirkan anak, kehidupan persek... more..

Arianto 21 February 2018 - 17:47:20
mohon doa pemulihan ekonomi keluarga, terbebas dar... more..

sekar marutic 20 February 2018 - 21:14:33
Mohon bantu dalam doa, supaya saya bisa diangkat ... more..

Banner Mitra Week  3


7379

advertise with us