Pintu Kesempatan itu Terbuka Untukmu

Pintu Kesempatan itu Terbuka Untukmu

Budhi Marpaung Official Writer
      3127

Mazmur 119:32

"Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku."

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]mazmu38[/kitab]; [kitab]kisah10[/kitab]; [kitab]kelua25-26[/kitab]

Bagaimana jika pada hari atau malam ini Allah memberikan kepada kamu kesempatan yang jelas untuk sebuah petualangan iman dengan Dia? Apakah kamu siap? Siap untuk menggunakan sepatumu, melangkah melalui pintu itu, dan mengikuti Dia?

Mengapa kita menghindar dari pintu terbuka, dari prospek petualangan baru di dalam iman? Mengapa kita membiarkan kesempatan demi kesempatan terlewat begitu saja, meskipun hati kita sudah tergerak? Apa yang menghalangi kita?

Saya kira banyak dari kita yang terlalu terbebani dan terjerat oleh masa lalu untuk melangkah kepada tujuan Allah pada hari ini. Betapa menyedihkannya. Kita kehilangan "hari ini" karena "kemarin." Hidup terus mengalir, dan usia terus bertambah saat kita terperosok di dalam keraguan, ketakutan, dan kebimbangan.

Pernahkah kamu bertemu dengan beberapa orang yang lebih tua, yang sekarang secara fisik tidak mampu bekerja atau bepergian, dan hanya bisa menyesali kehidupannya? Ini bukanlah cerita bahagia. Beberapa pria dalam usia tersebut akan mengatakan, "Tahun lalu saya memiliki kesempatan untuk melayani Tuhan di luar negeri-dan jauh di dalam lubuk hati, saya benar-benar ingin pergi. Namun saya punya pekerjaan yang baik, dan saya menapaki jalan itu. Jadi saya pun menundanya. Ketika kesempatan itu sudah lewat – hal itu tidak pernah datang lagi kepada saya. "

Atau beberapa wanita yang lebih tua mengatakan, "Suami saya dan saya tidak bisa punya anak. Ia ingin mengadopsi seorang bayi perempuan dari Tiongkok, namun karena saya takut, saya terus mengulur-ngulur waktu untuk mengambil keputusan, dan kami tidak pernah melakukannya. Sekarang suami saya sudah meninggal dunia, dan di sinilah saya dengan tidak ada orang di dalam hidup saya. Pasti sangat indah memiliki seorang anak perempuan. "

Hidup ini terlalu singkat diisi dengan penyesalan! Hidup ini terlalu berharga untuk mengacuhkan kesempatan melayani Raja segala raja.

Pemazmur berkata,

"Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku." Mazmur 119: 32

Itulah yang kita inginkan. Hanya berlari dan berlari kepada kehendak-Nya dan di dalam tujuan-Nya. Dengan hati yang diterangi, mata yang jelas, dan pengharapan yang penuh.

Akan tetapi kita tidak bisa maksimal saat berpetualang dengan Allah bila masih membawa paket yang begitu besar di punggung atau ada tali yang mengikatkan kaki kita. Terbukalah ketika Allah memanggil, bahkan di saat hatimu sedang bersedih. Terry Meeuwsen

Selagi Kamu bisa Mendapat Kesempatan untuk Melayani Allah, Layanilah Dia dan Lakukan itu dengan Sungguh-Sungguh!

Ikuti Kami