Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
5534


Setiap hari sepulang kerja, Joshua selalu mengajak Christi berbincang sejenak soal pekerjaan dan kondisi yang terjadi. Yang bisa dilakukan Christi adalah mendengar suaminya itu terus berbicara bahkan hampir tanpa jeda. Kebiasaan Joshua lama kelamaan membuat Christi merasa muak dan kesal.

Di suatu malam saat Joshua mulai bercerita tentang harinya yang begitu panjang, Christi mulai murung dan hampir menangis. Dengan berani dia mulai meluapkan segala yang dia rasakan selama ini. Christi mengaku merasa seolah-olah kehilangan identitas.

“Kenapa kau tak bertanya tentang aku?” tanyanya pada Joshua.

“Selama ini kau hanya berbicara tentang dirimu. Kamu tidak pernah bertanya tentang apa yang aku rasakan.”

Sejak saat itu, Joshua menyadari bahwa selama ini, dia sudah mengambil semua porsi dalam kehidupan rumah tangga mereka dengan hanya berbicara hampir seluruhnya tentang dia, bukan Christi. Dia menyadari kalau usahanya menjadi suami yang hebat di mata sang istri ternyata sia-sia.

Baca Juga : Hindari 10 Pertanyaan Ini Jika Ingin Pernikahan Anda Bahagia (Part 1)

Bukan kehebatan seorang suami yang dibutuhkan oleh istri, tetapi soal pengertian timbal balik.  

Bukan berarti menjadi suami yang mendengarkan istri adalah suami yang terkesan lembek, tetapi justru sikap pengertianlah yang menjadikan seorang pria menjadi suami, ayah dan pemimpin yang hebat.

Joshua mulai memperbaiki beberapa kebiasaannya yang salah. Dia mulai meluangkan waktunya, walau hanya sedikit saja untuk berbicara dua arah. Joshua selalu meluangkan waktu 15 menit untuk melakukan ini.

1. Menanyakan perasaan pasangannya

“Bagaimana keadaanmu hari ini, sayang?” adalah pertanyaan yang wajib ditanyakan kepada pasangan. Tetapi jangan jadikan pertanyaan itu hanya sebagai alibi untuk menyembunyikan kesalahan. Duduk dalam diam dan menjadi pendengar yang baik.  

2. Berbagi perasaan dengan pasangan

Memakai kata-kata yang mengungkapkan suasana hati. “Aku merasa sedih sekali saat….” Atau "Aku merasa marah sekali kepada….” Cukup dengan menggunakan kata-kata perasaan ini akan mengikat hubungan antara suami istri.

Terapkanlah dua hal ini selama 15 menit meskipun hanya beberapa kali seminggu. Tindakan ini menjadi investasi berharga untuk membuat pasangan atau bahkan anak-anak bahagia.

Semakin sering kamu melakukan kebiasaan ini, semakin peka pula kamu dalam membaca suasana hati pasangan, memberikan empati kepada orang lain dan semakin mudah kamu dan pasangan untuk berbagi dan memecahkan persoalan.

Baca Juga : Wejangan Billy Graham untuk Suami: Tuhan Peduli dengan Pernikahan Anda

Kebiasaan meluangkan waktu secara intim bersama pasangan juga sangat bermanfaat memperkuat pernikahan. Saat kalian sama-sama berusaha untuk selalu merawat hubungan dengan baik, hal itu nggak cuma berdampak positif bagi hubungan kalian tapi juga berdampak baik bagi pertumbuhan anak-anak. Karena dari kalianlah mereka belajar soal hubungan yang sehat dan yang patut dicontoh kelak saat mereka berumah tangga.

Sumber : Crosswalk.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ignatius Banton Patria 17 February 2020 - 09:15:41

peranan istri

0 Answer

Tommy Suherman 17 February 2020 - 08:40:37

Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi .. more..

0 Answer

Maya panjaitan 16 February 2020 - 10:58:39

Saya mau minta doa

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (2)


7263

Banner Mitra Februari 2020 (2)