3G Berdoa Bagi Indonesia, Wujudkan Pemulihan Lewat Kesatuan Doa Tiga Generasi

3G Berdoa Bagi Indonesia, Wujudkan Pemulihan Lewat Kesatuan Doa Tiga Generasi

Lori Official Writer
3024

Jaringan Doa Nasional (JDN) bersama Jaringan Doa Wanita (JDW), Forum Gereja-gereja Lippo Cikarang (FGLC) dan CBN Indonesia mengadakan acara kegerakan doa bertema ‘3G Berdoa Bagi Indonesia’. Acara yang digelar di Studio 1 CBN Indonesia, Lippo Cikarang ini melibatkan 3 Generasi yaitu generasi anak, generasi pemuda dan generasi orangtua.


Ketua panitia acara Heryani dari JDW Cikarang, menyampaikan kalau acara doa ini memang bukan yang pertama. Tahun 2015 silam, Jaringan Doa bahkan sudah mengadakan konser doa anak. Beda konser tahun ini terletak pada kerinduan Jaringan Doa untuk membangkitkan kegerakan doa bagi generasi bangsa, khususnya anak-anak dan pemuda.

(Baca Juga : Cikarang Bermazmur, Satukan Hati dalam Penyembahan yang Utuh)

Heryani menjelaskan awal terbentuknya ide penyelenggaraan acara ini terjadi saat Rakerda Jaringan Doa beberapa bulan lalu. Kemudian tercetus ide untuk mengadakan konser doa ini.

“3 Generasi yang diadakan hari ini adalah dimana generasi baik dari anak, pemuda, dan orangtua akan berdoa di dalam satu dan kesatuan. Itu dinamakan tiga generasi berdoa.  Yang kita harapkan (dari acara ini) adalah dimana satu kesatuan daripada tiga generasi berdoa khususnya untuk kota kita (Cikarang). Jadi kita sebagai para pendoa berdiri untuk menjaga kota kita,” ucap Heryani kepada Jawaban.com, Senin (9/10).


Fasilitator Nasional Jaringan Doa Nasional (JDN), Pendeta Tony Mulia menyampaikan bahwa acara 3G Berdoa Bagi Indonesia adalah doa pemulihan bagi bangsa. Dia berharap lewat kesatuan doa dari tiga generasi ini bisa menghasilkan pemulihan yang nyata di Indonesia.

“Saya percaya bahwa nggak mungkin anak sendiri, pemuda sendiri, lalu orangtua sendiri. Tapi bagaimana mungkin kita bersama-sama 3 Generasi kita akan berteriak pada Tuhan supaya bangsa ini betul-betul mengalami pemulihan. Saya percaya bahwa kedepannya Indonesia akan dipulihkan oleh Tuhan,” ungkap Pendeta Tony Mulia.


Sementara itu, Pendeta Tony membawakan sesi pemulihan hubungan orangtua dan anak yang disebut father and son. Sesi ini berlangsung dengan hikmat dan dipenuhi uraian air mata saat dirinya memimpin pemulihan antara orangtua dan anak yang maju ke altar.


Acara ini pun dihadiri oleh beberapa pendeta se-Lippo Cikarang, mulai dari Direktur CBN South East Asia Mark McClendon, Ketua Forum Gereja-gereja Lippo Cikarang Thomas Rahardja, Pendeta GBI Lippo Cikarang Wiweko, serta perwakilan dari Jaringan Doa Anak Esterlita dan Jaringan Doa Pemuda Roy. Masing-masing diantaranya menyampaikan gambaran khusus tentang kondisi generasi saat ini. Acara yang diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya ini pun diakhiri dengan deklarasi doa dari anak-anak, pemuda dan orangtua.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami