Terkait Pengungsi Rohingnya, KWI Ajak Gereja Katolik Bantu Dengan Cara Ini...

Terkait Pengungsi Rohingnya, KWI Ajak Gereja Katolik Bantu Dengan Cara Ini...

Lori Official Writer
2016

Masalah pengungsi Rohingnya sampai saat ini masih belum mencapai titik penyelesaian. Tergusur dari daerah asalnya di Rakhine, Myanmar para pengungsi itu pun harus berpindah mencari suaka ke negara tetangga terdekat, termasuk Bangladesh, India bahkan Indonesia.

Meski sudah ditegaskan bahwa duduk persoalan yang mereka hadapi bukan semata-mata karena masalah agama, tapi lembaga keagamaan termasuk gereja turut menyatakan keprihatinannya atas krisis kemanusiaan di Myanmar itu.

(Baca Juga : Wapres Tegaskan Kasus Rohingya Bukan Isu Agama, Masihkah Aksi Kepung Borobudur Dilakukan?)

Kemarin, Rabu (13/9), Koferensi Wali Gereja (KWI) menyerukan kepada gereja-gereja Katolik untuk membantu pengungsi Rohingnya apabila datang untuk mencari suaka di daerah masing-masing.

“KWI menyerukan agara membuka tangan, membuka hati dan memberikan perhatian. Terutama keuskupan-keuskupan yang banyak pantainya, tentu akan banyak pengungsi yang datang lewat laut,” ucap Romo Siswantoko, Sekretaris Eksekutif Komisis Keadilan dan Perdamaian (KKP) KWI, seperti dilansir Kompas.com.

Terkait seruan ini, gereja Katolik Aceh pun sudah aktif memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingnya yang berdatangan ke sana. Gereja menyediakan bantuan darurat bagi pengungsi yang tiba di Aceh sampai saat ini.

Gereja Katolik tampaknya begitu serius menghadapi kasus kekerasan di Myanmar ini. Hal ini pula yang kemudian diisukan akan menjadi topik pembahasan pemimpin tinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus dalam rencana kunjungannya ke Myanmar pada 27 November- 2 Desember mendatang. Meskipun nantinya, paus dihimbau untuk tetap berhati-hati menjabarkan konflik ini kepada pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Untuk diketahui, berdasarkan data saat ini ditemukan bahwa hanya dalam waktu 12 hari saja sudah sekitar 123.000 orang Muslim Rohingnya melarikan diri dari Rakhine.

Sebagaimana keprihatinan gereja Katolik, setiap kita pasti merasakan hal yang sama. Dari sisi kemanusiaan, kekerasan yang dihadapi Muslim Rohingnya memang tak sepatutnya terjadi. Karena itulah, diperlukan tindakan nyata dari para pemimpin-pemimpin negara untuk menyerukan penyelesaian konflik ini dan mencari jalan tengah yang terbaik untuk melindungi warga sipil yang tak bersalah.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami