Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
1008


Berapa kali orangtua harus mendengar kata-kata negatif atau tidak baik diucapkan oleh anak-anaknya? Sebagai orangtua, kita tentu saja akan sangat mudah bereaksi dengan menghukum anak-anak kita ketika mereka mengucapkan kata-kata jelek. Salah satu hal yang mungkin sering dilakukan orangtua adalah meminta anaknya untuk ‘bersumpah’ atau ‘berjanji’ tidak mengucapkannya lagi. Apakah cara ini efektif dilakukan untuk menghentikan kebiasaan anak mengucapkan kata-kata kotor, jelek atau negatif?

Alih-alih menyelesaika masalah, memaksa anak untuk bersumpah justru hanya akan menyebabkan dua efek yang cukup serius. Pertama, mengucapkan kata ‘bersumpah’ terus menerus hanya akan membuat anak kebal dan akan selalu mengulangi kesalahannya. Kedua, orang yang sering bersumpah hanya akan memberi kesan kalau tindakannya benar-benar sangat buruk. Hal inilah yang menyebabkan berkurangnya sensasi kebahagiaan dan kesenangan.

Aku sering mendengar orangtua melarang anak-anaknya ‘bersumpah’ atau ‘mencaci’ orang lain bukan karena alasan yang benar. Karena itulah kita perlu memahami apa yang sebenarnya Tuhan katakan soal perkataan kita, kita nggak yakin kenapa Dia mengatakannya. Apa itu karena mengucapkan kata-kata negatif itu mengasyikkan? Inilah kebenaran yang disampaikan Alkitab soal kuasa perkataan dan cara orangtua mendidik anak dalam kebiasaan berkomunikasi mereka.

1. Tuhan ingin kita menggunakan atau mengucapkan kata-kata yang membangun, bukan untuk menghancurkan seseorang. “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4: 29)

Inilah alasan paling logis yang bisa kamu sampaikan kepada anak supaya mereka berhati-hati dengan perkataannya.

2. Bicarakan secara jelas dengan anak soal apa kata-kata yang tidak pantas dan kenapa mereka harus mematuhinya. Daripada melarang atau memaksa anak untuk mengucapkan sumpah supaya menjaga perkataannya, kenapa nggak mengajak mereka berbicara dan menjelaskan apa risiko dari perkataan yang mereka ucapkan kepada orang lain.

“Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.” (Keluaran20: 7) Inilah salah satu ucapan yang dilarang diucapkan dengan sembarangan. Larangan lainnya adalah mengucapkan kata-kata tidak pantas yang mengambarkan tentang organ-organ tubuh yang vital atau kata-kata kebun binatang yang sangat menyakitkan. Kenapa? Karena kata-kata kotor ini hanya akan merendahkan ciptaan Tuhan dan juga menunjukkan rasa tidak hormat kepada orang lain.

Dengan membahas kuasa perkataan ini bersama anak-anak, mereka akan lebih paham kalau Tuhan memberikan setiap orang satu lidah dan mulut untuk digunakan memperkatakan hal-hal yang benar, manis dan sedap didengar.

3. Jangan memakai lelucon yang bertujuan untuk menghina atau mengejek. Penting sekali bagi anak-anak untuk memahami kalau kata-kata syang dikombinasikan dalam sebuah lelucon yang bertujuan untuk menghina atau mengejek seseorang juga tetap salah.

Ada satu lelucon yang cukup familiar soal seorang penerjemah Alkitab yang pergi ke pedalaman tempat satu suku terpencil tinggal. Setelah beberapa tahun, seorang terpelajar bertemu dengannya dan memperhatikan kalau dia mengucapkan kata-kata yang aneh. Lalu dia bertanya, “Apakah kamu tahu kalau kata-kata itu tidak sopan?” “Sungguh?” tanya missionaris itu. “Aku pikir itu artinya ‘sangat’!”

Pesan dari cerita ini adalah. Pertama, kita harus memperhatikan ucapan anak-anak kita dan menanyakan apa maksud dari ucapan itu atau apakah mereka benar-benar mengerti maksud perkataan itu? Karena bagaimanapun memberikan pemahaman itu penting!

4. Biasakan untuk berkomunikasi dan menggunakan kata-kata yang benar di rumah. Hal ini mencegah anak untuk terbiasa latah dengan mengucapkan kata-kata kotor atau negatif. Karena itulah penting bagi keluarga untuk saling berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata yang benar dan mengandung rasa hormat satu sama lain.

Jadi, sebelum anak-anakmu semakin terbiasa dengan mengucapkan kata-kata negatif atau buruk, berikan mereka pemahaman kalau perkataan yang mereka ucapkan berdampak besar bagi pendengarnya, bagi Tuhan dan juga kemuliaan-Nya sendiri. Jangan pernah merendahkan Tuhan sebagai pencipta kita dan merendahkan diri kita sendiri sebagai masterpiecenya Tuhan melalui perkataan kita.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

ESAR HADON HASIBUAN 10 December 2017 - 11:08:45

Shalom ,jc talk saya ingin pencerahan bagaimana sa.. more..

1 Answer

Elma 9 December 2017 - 11:57:05

bagaimana seorang introvet bisa mengubah kepribadi.. more..

1 Answer

Elma 9 December 2017 - 11:55:56

bagaimana caranya agar selalu percaya diri

0 Answer


Veronica 10 December 2017 - 04:16:41
Shalom, Saya mohon bantuan doa nya, saya adalah se... more..

Risma warisman 8 December 2017 - 20:58:04
Mlm bapak ibu mohin dulungam doanya... saya sangat... more..

Tika Elfrida P 1 December 2017 - 22:55:16
Selamat malam JC, mohon dukungan doa agar lebih fo... more..

Nicko Agusta 30 November 2017 - 10:28:57
Hari ini, 30 November 2017 berkas studi dan pengaj... more..

Banner Mitra Week 2


7334

advertise with us