Menara Gereja Setinggi 35 Meter Ini Jadi Simbol Agama Jayapura

Menara Gereja Setinggi 35 Meter Ini Jadi Simbol Agama Jayapura

Lori Official Writer
5238

Kota Papua kita terasa berbeda setelah peresmian menara lonceng Gereja Katolik Kristus Raja Katedral setinggi 35 meter yang terletak di sebuah bukit di daerah Dok V, Kota Jayapura pada Minggu, 19 Februari 2017.

Pembangunan menara lonceng gereja ini ditujukan sebagai simbol keagamaan bagi Papua dan diharapkan juga bagi dunia. Selain itu menara ini juga diharapkan bisa menjadi bentuk identitas baru Papua sebagai tanah yang diberkati Tuhan dan juga tanah Injil.

Kehadiran menara ini juga diharapkan bisa mencegah munculnya beragam pengaruh-pengaruh kejahatan, seperti membawa masuk Miras, Narkoba dan sebagainya ke Papua. “Karena tanah Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan dan tanah Injil di tanah Papua,” ucap Enembe di hadapan orang-orang yang hadir dalam acara peresmian kemarin.

Enembe pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua orang yang ikut terlibat dalam pembangunan menara ini. Dia juga meminta supaya setiap orang bisa menjaga menara tersebut. Sehingga menara bisa jadi ikon pengingat akan panggilan gereja Tuhan untuk selalu berdoa dihadapan-Nya dan diampuni segala dosa dan kesalahan atas bumi ini.

Menara yang diresmikan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe ini bisa jadi salah satu ikon menarik. Dengan pemandangannya yang begitu menarik dan indah, menara ini bisa jadi salah satu lokasi untuk mengabadikan gambar sendiri ataupun bersama. Letak menara ini pun terbilang cukup strategis karena dikelilingi oleh perairan Jayapura yang dihiasi dengan beberapa pulau dan juga bisa menyaksikan lapangan sepakbola di Stadion Mandala Jayapura yang menjadi markas klub Persipura.

“Tempat ini dibangun di lahan milik Gereja Katedral Jayapura yang sangat strategis. Pemandangan seperti ini tak dimiliki semua gereja di Papua. Menara ini akan dikenang warga yang berkunjung ke Jayapura,” terang Enembe.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Kristus Raja Katedral Jayapura ini, Arnold Wailo, dalam sambuatanya menuturkan laporan pertanggungawabnya bahwa Taluk dan Menara Lonceng ini telah menghabiskan dana sebesar Rp 2 Milyar lebih. “Peresmian ini adalah tahap pertama. Adapun beberapa tahap yang akan dikerjakan dengan membutuhkan dana yang cukup besar,” ungkapnya.

Sumber : Kompas.com/Sindo.com
Halaman :
1

Ikuti Kami