Carl Lentz: Tugas Gereja adalah Kasihi dan Layani Para Pengungsi

Carl Lentz: Tugas Gereja adalah Kasihi dan Layani Para Pengungsi

daniel.tanamal Official Writer
2263

Pendeta Hillsong New York, Carl Lentz menyerukan agar gereja tetap memelihara kasih dan kepedulian terhadap para pengungsi, siapapun mereka. Seruan itu dilakukannya menyusul kebijakan terbaru dari presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang melalukan pembatasan terhadap pengungsi yang menuju ke negara itu.

“Kita punya bisa memilih siapa yang kita pilih. Kita dapat berpendapat mengenai sebuah kebijakan ataupun sebuah prosedur terhadap undang-undang. Tetapi kita tidak bisa untuk memilih siapa yang kita kasihi. Ini bukanlah pilihan. Mereka (pengungsi) bukanlah sebuah penghalang. Mereka adalah apa yang ditulis di Injil. Dan bagaimana kita merespon mereka, mungkin adalah ukuran terbesar dari apa yang selama ini kita percayai,” ujar Carl, dirilis christianpost, Rabu (1/2/2017).

Carl mengatakan bahwa gereja punya tanggungjawab yang besar untuk ikut bertindak terhadap para pengungsi. Dan hal itu bukanlah sebuah langkah politik, atau gereja masuk dalam ranah politik, namun hal itu adalah tanggungjawab bagi setiap keluarga Kristen.

"Kita akan berdiri bersama-sama dan kita akan berdoa untuk para pengungsi. Kami akan berdoa untuk mereka yang dikucilkan. Kita akan berdoa bagi mereka yang tidak punya tempat untuk hidup, untuk mereka dimana tidak ada yang menempatkan atap di atas kepala mereka, atau mereka yang tak seorang pun yang akan membuka pintu buat mereka,” tegasnya.

Diakhir khotbahnya, Carl menyatakan bahwa pemerintah punya tugas untuk membuat undang-undang dan melindungi negara. Namun gereja tetap punya tugas utama yaitu untuk mencintai para pengungsi, tidak peduli dari mana mereka berasal dan atau apa latar belakang mereka.

 

Sumber : berbagai sumber | Daniel Tanamal

Ikuti Kami