Cinta yang Sempurna

Cinta yang Sempurna

Lori Official Writer
      5049

1 Yohanes 4: 17

Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu36[/kitab]; [kitab]Kisah8[/kitab]; [kitab]Kelua21-22[/kitab]

Semua manusia, kita semua memimpikan hidup yang bahagia selamanya. Kita tak lelah menunggu pangeran berkuda putih atau berkhayal soal cinta yang sempurna. Kapan kamu berpikir soal cinta yang sempurna? Siapa menurutmu yang mendapatkan cinta yang sempurna itu? Banyak dari kita yang pasti bilang Cindrella dan Pangeran Tampan.buatku sendiri, cinta yang sempurna itu dialami Adam dan Hawa.

Tapi mungkin kita berkomentar, “Tapi kan Adam dan Hawa, pasangan yang sudah melakukan kesalahan paling fatal sepanjang sejarah, adalah pasangan pertama yang diciptakan satu sama lain oleh Tuhan?” Ya. Tuhan menciptakan Hawa untuk Adam dan hubungan itu adalah hasil karya Allah sendiri. Mereka memang diciptakan untuk hidup bersama.  

Di dunia nyata yang kita jalani hari ini, hampir tak ada satu orang pun yang mendapatkan pasangan benar-benar seperti dalam kisah Cinderella. Nggak ada pangeran berkuda putih yang ucuk-ucuk datang dan menyelamatkan seorang perempuan yang dijahati oleh seorang wanita sihir. Tapi sama seperti hubunganku dengan suamiku. Aku suka membuat kue lemon dan dia suka meringkik lucu waktu sedang memberikan dukungan kepada anak-anak kami di sekitar halaman depan rumah. Kami juga pernah bertengkar. Kami jarang menikmati waktu romantis bersama, seperti berdansa di malam Jumat atau bangun pagi dan menikmati sarapan di tempat tidur. Dia suka mendengkur dan aku suka merengek. Dia suka menonton bola dan aku suka reality show.

Hubungan kami jauh dari sempurna. Tapi kami memilih untuk saling mencintai dengan sempurna. Tuhan menghendaki pernikahan kami dengan cara-Nya yang sempurna karena hanya Dia yang bisa melakukannya.

Tuhan mengingatkan kita dalam 1 Yohanes 4: 12, bahwa kalau kita saling mengasihi, maka Dia akan tetap di dalam kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Jadi, walaupun Adam dan Hawa adalah lambang ketidaksempurnaan, tapi ketidaksempurnaan itu dibuat sempurna dalam cinta yang mereka punya. Tak peduli seberapa cacatnya mereka, pernikahan Adam dan Hawa tetap diciptakan dalam kasih Allah yang sempurna dan Dia berdiam di tengah hubungan itu.

Jangan merasa stress dengan hidup dogeng hidupmu. Kisah cintamu akan dirancang Tuhan. Dia menyempurnakannya. Dia menulisnya. Dia bahkan menggambarnya dan menandatanginya dengan nama-Nya sendiri. Dialah penulis dan penyelesainya (Ibrani 12: 2).

Kebahagiaan kekal tidak selalu datang lewat gaun indah dan kuda putih. Sebagian besarnya dalam bentuk-bentuk yang sederhana, celana pendek atau minivan. Selama cinta itu berasal dari Tuhan, maka percayalah Allah sendiri yang akan menyempurnakannya.

                                                                                               

Tak ada cinta yang sempurna, tapi karena di dalam ketidaksempurnaan itulah Allah ada dan menyempurnakannya

Ikuti Kami