Inilah Tradisi Rutin Keluarga Saat Rayakan Imlek

Inilah Tradisi Rutin Keluarga Saat Rayakan Imlek

Lori Official Writer
5988

Dalam rangka merayakan tahun baru Imlek, sebagian besar warga keturunan Tionghoa mengaku lebih memilih berkumpul bersama keluarga dan makan bersama. Kegiatan ini memang sudah menjadi tradisi turun temurun setiap kali perayaan Imlek. Di saat itulah semua keluarga sama-sama mengevaluasi diri dan saling memaafkan satu sama lain. Setiap anggota keluarga juga diajak untuk mengucap syukur atas keberhasilan ataupun kegagalan yang dilewati selama setahun sebelumnya.

Jika sebagian besar keluarga keturunan Tionghoa masih mengikuti tradisi leluhur, lain halnya dengan sebagian lain yang sudah menjadi Kristen dan Katolik. Biasanya mereka akan mengganti tradisi itu dengan ucapan syukur kepada Tuhan. 

Selain dari mengucap syukur atas segala hal yang sudah dilewati di waktu-waktu sebelumnya, biasanya keluarga juga akan melakukan beberapa hal ini:

1. Saling memberi salam

Hal unik lain yang bisa ditemukan dari perayaan Imlek adalah tradisi dalam keluarga dimana anak yang lebih muda dan anak yang belum menikah akan memberikan salam dan ucapan kepada orang tuanya. Momentum ini dinilai baik untuk mengajarkan anak untuk menghormati orang tua dan keluarga besar lainnya, seperti paman, bibi, kakak, adik, kakek dan nenek.

2. Bagi-bagi Angpao

Tak ada bedanya dengan perayaan Tahun Baru, keluarga yang merayakan Imlek tidak akan ketinggalan membagi-bagikan Tunjangan Hari Raya (THR) yang disebut dengan angpao. Makna angpao inipun terbilang unik, bukan sekadar membagi-bagikan uang saja tapi angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang dipercaya akan membawa nasib baik.

Biasanya angpao diberikan kepada anak-anak yang belum menikah dan yang belum bekerja. Sementara mereka yang telah menikah dan yang sukses memiliki tanggung jawab sebagai si pemberi. Tradisi memberi ini masih terus dilestarikan hingga saat ini karena dianggap baik sebagai tradisi yang mengajarkan keluarga untuk hidup dalam kebersamaan.

3.Menempel Puisi di Depan Pintu

Imlek memang identik dengan dekorasi serba Merah. Nah, selain menghias rumah dengan beragam ornamen merah, keluarga Tionghoa juga ternyata punya kebiasaan unik saat rayakan Imlek. Beberapa hari sebelum Imlek, biasanya setiap keluarga akan menempelkan dua kalimat berbentuk puisi di samping kanan dan kiri pintu rumah, tiang penyangga rumah, jendela atau dinding rumah. Dua kalimat itu disebut dengan Chun Liang itu ditulis di atas kertas berwarna merah juga dengan tinta emas atau hitam. Mereka meyakini puisi ini menjadi harapan dan doa seluruh keluarga supaya mendapat kehidupan yang lebih baik ke depan. 

4. Melunasi Utang

Percaya nggak percaya, perayaan Imlek nyatanya juga dibubuhi dengan hal unik ini. Dimana setiap orang yang punya utang akan melunasi utang-utangnya. Namun bagi yang tidak mampu membayar seluruh hutang, bisa mencicilnya. Tindakan ini dilakukan dengan harapan supaya di tahun yang baru mereka tidak terbeban dengan utang-utang sebelumnya.

Ternyata banyak hal positif yang bisa dipetik dari perayaan tahun baru Imlek ini. Untuk itu alangkah baiknya apabila setiap kita bisa mencontoh dan menerapkan nilai-nilai positif tersebut dalam keluarga kita.

Sumber : Berbagai Sumber/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami