Tamu, Ini Aturan Wajib Saat Jamuan Makan di Imlek

Spirituality / 19 February 2015

Kalangan Sendiri

Tamu, Ini Aturan Wajib Saat Jamuan Makan di Imlek

Lori Official Writer
3984
Mungkin Anda adalah salah satu orang beruntung yang mendapatkan undangan jamuan makan dari rekan kerja atau teman saat perayaan Tahun Baru kaum Tionghoa atau Imlek. Bila ya, Anda patut mengikuti aturan wajib jamuan makan dalam tradisi mereka agar Anda tidak kelihatan kikuk dan supaya kelihatan lebih sopan di depan seluruh keluarga. Apa sajakah itu, berikut uraiannya:

 

1. Sebagai tamu, jangan pernah memulai makan sebelum tuan rumah memulainya. Bersabarlah dan tahan rasa lapar saat aroma hidangan Imlek membuat Anda lapar bukan kepalang.

 

2. Orang-orang Tionghoa memiliki tradisi yang selalu diajarkan untuk mengambil sedikit dari setiap jenis makanan yang terhidang. Pasalnya, saat Imlek Anda akan melihat beragam jenis makanan tersaji di atas meja makan. Cicipilah sedikit-sedikit dari amsing-masing menu. Ini akan membuat Anda terlihat sopan di hadapan seluruh keluarga yang hadir.

 

3. Biasanya jamuan makan tradisi kaum Tionghoa dimulai dengan menawarkan makanan atau teh kepada orang lain terlebih dahulu, baru mengambil untuk diri sendiri. Jika ingin menambahkan teh, jangan menginterupsi tamu lain yang sedang ngobrol. Berinisiatiflah untuk langsung menuangkan teh kepada kerabat Anda. Mereka akan memukulkan tiga jari mereka pada meja sebagai tanda terima kasih.

 

4. Saat mengambil makanan, jangan mengangkat piring hidangan. Gunakan sumpit menyeberangi meja untuk mengambil hidangan yang disajikan.

 

5. Tradisi Tionghoa juga mengajarkan agar tidak meninggalkan cangkir dan mangkuk benar-benar kosong, karena akan membuat pemilik rumah merasa bahwa makanan yang mereka sediakan tidak cukup.

 

6. Jangan pernah menghabiskan potongan hidangan terakhir. Karena mereka menganggap hal itu sebagai kesialan dan kemungkinan Anda dianggap terlalu lapar. Kecuali bila tuan tamu mempersilahkan Anda untuk mengambil potongan terakhir tersebut sambil berkata ‘Silahkan ambil agar tidak sia-sia’.

 

Dalam kehidupan bersosial, kita memang patut menghargai dan menghormati tradisi orang lain. Dari hal ini pula kita bisa belajar bagaimana menempatkan diri di tengah-tengah kebiasaan hidup orang lain. Belajar budaya orang lain bisa juga membentuk sikap dan karakter kita menjadi pribadi yang toleran di tengah perbedaan.

 

<!--[endif]-->-->

Sumber : Tribunnews.com | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami