Kepolisian Mesir berhasil membekuk empat lagi tersangka yang dicurigai terlibat dalam pemboman bunuh diri di Gereja Kristen Koptik Kairo pada 11 Desember serta menewaskan paling sedikit 27 orang. Salah satu fakta yang diungkap mengenai latar belakang pelaku bom tersebut cukup mencengangkan.
Salah satu dari mereka yang ditangkap memiliki kaitan dengan Ikhwanul Muslimin, kelompok mantan Presiden Mohamad Morsi yang digulingkan. Bahkan mereka yang ditangkap termasuk salah satu dari dua otak perencanaan serangan itu, dan tiga lainnnya yang menurut Kementerian Dalam Negeri merencanakan lebih banyak pemboman.
Selain itu, pihak berwenang menegaskan, salah satu dari yang ditangkap benar memiliki kaitan dengan Ikhwanul Muslimin, kelompok mantan Presiden Mohamad Morsi yang digulingkan. Seperti diketahui, gerakan ini dianggap terlarang oleh pemerintah sejak kudeta militer menggulingkan Morsi pada 2013.
Sebelumnya, gerombolan teroris ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, dan pemerintah telah mengidentifikasi pelaku pembomannya. Presiden Mesir sendiri telah menyerukan untuk membabat habis setiap tindakan teror di negara tersebut, terutama diskriminasi terhadap kaum minoritas yang terus menerus terjadi.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”