Ternyata, terduga teroris yang berhasil ditangkap aparat kepolisian di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu 31 Desember 2016 lalu berniat untuk meledakkan gereja pada malam pergantian tahun.
Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto. “Tersangka berniat membentuk kelompok baru yang terdiri atas ikhwan-ikhwan muda karena mereka menganggap kelompok Santoso di Gunung Biru Poso sudah terjepit,” katanya di Palu, Senin (2/1).
Terduga teroris bernama Irwanto alias Abu Muhammad (30) ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror di Jalan Bali, Kelurahan Lolu Utara Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sabtu (31/12) sekitar pukul 13.20 Wita. Penangkapan itu terjadi hanya beberapa jam sebelum dirinya meledakkan gereja dan tempat kelompok Syiah di Kota Palu.
Irwanto mengakui dirinya sudah dua kali melakukan percobaan peledakan di Jalan Masjid Raya Kota Palu. Namun saat itu tersangka masih melakukan uji coba dengan menggunakan botol fresh care dan sumbu.
Sampai saat ini Irwanto masih diamankan di Mapolda Sulteng untuk pengembangan lebih lanjut. Polisi juga sedang menyelidiki dari mana terduga teroris ini berafiliasi.
Sementara itu kepolisian menyatakan Operasi Tinombala Poso yang segera berakhir pada 3 Januari 2017, akan diperpanjang hingga 3 April 2017 untuk mengejar sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang hingga saat ini masih bersembunyi di hutan pegunungan Poso.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”