Nasihat Baik vs Nasihat Allah

Nasihat Baik vs Nasihat Allah

Mega Permata Official Writer
      5094

"Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak." Amsal 12:15

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Amsal5[/kitab]; [kitab]Yohan15[/kitab]; [kitab]iTawa23-24[/kitab]

Berapa banyak dari Anda ingat ketika saat seseorang memberi Anda nasihat baik yang tidak Anda indahkan dan Anda akhirnya membuat kesalahan besar karena itu? Oh ya, saya melambaikan tangan! Hmmm, biarkan saya menghitung berapa kali ...

1. Menjaga kekudusan

2. Hanya menikah dengan orang pilihan Tuhan

3. Selalu dekat dengan Yesus

4. Jangan bergosip atau berbohong

5. Jangan berhutang

6. Makan yang cukup dan berolahraga secara teratur.

Saya dapat terus menerus menambahkan daftar diatas, tetapi saya harap Anda mengerti pesan yang ingin disampaikan.

Kebanyakan dari kita berpikir kita tidak memerlukan saran dari orang lain ketika itu menyangkut kehidupan kita sendiri. Faktanya, setan ingin menghancurkan kita melalui pilihan yang kita buat. Penulis Amsal menegaskan dalam Amsal 13:14 yang mengatakan, "Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut."

Allah menempatkan orang-orang bijak dalam hidup kita untuk mendorong kita membuat pilihan yang baik, tetapi pertama kita harus memilih untuk mendengarkan nasihat mereka. Renungkan lagi Amsal 12:15 yang mengatakan, "Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri." Apa itu terdengar akrab?

Ingatlah bahwa Tuhan menginginkan kita untuk mencari nasihat-Nya dulu mengenai setiap situasi yang kita hadapi. Membutuhkan waktu bertahun-tahun dan banyak pilihan yang buruk bagi saya untuk belajar menghadap Tuhan lebih dulu membawa semua masalah dan kekuatiran. Iya, DIA memberikan kita penasihat manusia yang bijaksana, tetapi akhirnya kebijaksanaan hanya datang dari-Nya dan seharusnya datang kepada Tuhan adalah hal yang harus kita lakukan pertama kali. 

Jangan pernah jatuh ke dalam perangkap pikiran bahwa, "Ini masalah kecil, Tuhan tidak sempat mengurusnya," atau, "Saya bisa menangani masalah ini sendiri," atau "Tuhan lebih peduli tentang masalah besar di dunia ini." Teman-teman, semua pikiran itu adalah bagian dari kebohongan yang berasal dari neraka. Tuhan sangat peduli dengan setiap bidang kehidupan Anda dan DIA rindu untuk memberikan kebijaksanaan yang Anda inginkan. Jika Anda adalah orang tua pasti Anda ingin anak Anda datang membawa apapun yang membuat mereka khawatir, masalah besar atau kecil. Anda ingin terlibat dalam kehidupan dari anak Anda. Tidak berbeda dengan Allah. DIA menginginkan kita untuk meminta kebijaksanaan-Nya dalam situasi apapun.

Pelajaran tentang kebijaksanaan ini kedengarannya mudah, tetapi sering sulit untuk mempraktikkannya. Mengapa? Karena kita pikir kita tahu jawaban yang benar, dan mungkin itu benar, tapi kita masih perlu mendengarkan nasihat Allah untuk kita melalui orang lain. Jika kita sebagai anak Allah berada di jalan yang salah karena keputusan tertentu, maka Allah akan mengirimkan setidaknya satu peringatan untuk kita. DIA tidak mau kita membuat keputusan yang buruk. Kita harus mengesampingkan harga diri kita untuk menerima saran dari Allah dan dari orang lain dalam kehidupan kita. 

Jangan bodoh. Carilah kebijaksanaan!

Renungan: Apakah Anda harus mendengarkan nasihat Allah dalam bidang kehidupan tertentu, atau saran-Nya yang IA kirimkan melalui para penasihat yang bijak? Apa yang menghambat Anda untuk menerima saran dari orang lain? Apa itu kesombongan Anda? Apakah Anda tidak mau orang lain berpikir bahwa Anda tidak bisa menanganinya? Apakah Anda siap dan bertekad untuk melakukannya dengan cara Anda? Apakah itu cara yang menyenangkan Tuhan?

Ikuti Kami