Apakah Percaya Harus Melihat Dulu?

Apakah Percaya Harus Melihat Dulu?

Puji Astuti Official Writer
      7493

2 Korintus 5:7

--sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]Amsal21[/kitab]; [kitab]Efesu4[/kitab] ; [kitab]Pengk8-9[/kitab]

Banyak orang berkata bahwa melihat itu percaya, tapi saya harap Anda berbeda. Iman terbesar  yang bisa kita miliki adalah kemampuan untuk percaya tanpa harus melihat dulu. 

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Yohanes 20:29

Kita melayani Tuhan yang tidak kelihatan - paling tidak dalam perwujudan. Tidak seorangpun yang sudah melihat "wujud" Tuhan, namun hal tersebut tidak menghentikan kita untuk mencintai-Nya. Hal itu yang membuat ke-Kristenan luar biasa. Kita mencintai dan melayni Tuhan yang tidak kita lihat. Petrus berkata: 

"Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan," (1 Petrus 1:8)

Ketika teknologi blue tooth mulai dikenal, saya melihat sebagai hal aneh orang-orang berjalan sambil bicara sendiri. Hal ini mungkin yang dilihat oleh orang-orang tidak percaya ketika memperhatikan kehidupan orang Kristen.  Mereka melihat kita berdoa kepada udara, menyanyikan sesuatu kepada yang tidak kelihatan, dan bergembira tanpa alasan. 

Namun coba pertimbangkan hal ini:  Yesus adalah manusia dengan darah dan daging. Orang-orang bisa menyentuh dan merasakannya, tetapi walaupun telah melihat Dia mereka tetap tidak percaya. Mengenai hal ini, Yesus berkata : 

Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. ~ Yohanes 5:37-38

Dan kemanapun Yesus pergi, Dia mendeklarasikan bahwa Bapa - Tuhan yang tidak terlihat. 

Filipus pernah berkata : 

 "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Yohanes 14:8

Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. ~ Yohanes 14:9-11

Yesus adalah perwujudan dari Tuhan yang tidak terlihat (Kolose 1:15). Orang-orang bisa mengenal Tuhan dengan mengamati Yesus. Dan kebenaran ini juga berlaku bagi kita. 

Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. ~ 1 Yohanes 4:12

Kasih adalah cara terbaik untuk menyatakan dan memperlihatkan Tuhan yang tidak kelihatan. 

Iman di kepada Tuhan yang tidak kita lihat harus dinyatakan dengan tindakan kasih. Menggunakan contoh saya sebelumnya tentang bluetooth handphone, kita akan berasumsi orang itu gila karena kita tidak "melihat" alat yang mereka pakai. Hal yang sama, jika perkataan saya tidak diikuti oleh tindakan, maka saya akan disebut sebagai orang rohani yang gila. 

Ketika Filipus kesulitan untuk melihat Tuhan, Yesus menunjuk kepada diri-Nya sendiri sebagai tanda yang kelihatan yang membuktikan bahwa Tuhan ada. Hal ini bisa dilakukan dalam berbagai cara. Namun untuk menunjukkan keberadaan Tuhan tidak harus dengan kasih yang mengharubiru. Kasih ditunjukkan dengan kesabaran, kebaikan dan juga rela berkorban - hal itu tidak mengharuskan kita berkotbah. 

Alkitab menyatakan bahwa jika saya tidak memiliki kasih (Kasih Tuhan di dalam saya) saya bukanlah apa-apa - orang yang tidak berguna (1 Korintus 13:2). Jadi agar bisa memperlihatkan Tuhan yang  tidak kelihatan kepada orang lain, kita harus memiliki sesuatu yang lebih dari sekedar agama. Kita harus memiliki kasih. 

Namun, kasih yang sejati tidak mengabaikan dosa. Karenanya, kasih mengharuskan kita untuk menyatakan kebenaran. Yesus selalu menyatakan bahwa Bapa bekerja dengan berkata-kata dan bertindak. Dia mengasihi orang berdosa, tetapi juga menyatakan untuk tidak berbuat dosa lagi. Paulus berkata, "tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala." (Efesus 4:15). 

Yesus memberi kita teladan bagaimana menolong orang untuk melihat tanpa melihat, dan oleh karena itu mereka percaya dan bersukacita di dalam Tuhan yang tidak kelihatan yang telah terlebih dahulu mengasihi mereka. 

Jadi mungkinkah melihat itu percaya?

Lebih dari itu, saya berdoa agar hidup kita menyatakan perwujudan Bapa yang tidak kelihatan kepada dunia seperti yang telah Yesus lakukan. 

Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin. ~ 1 Timotius 1:17


Ikuti Kami