Perubahan Jadwal

Perubahan Jadwal

Lori Official Writer
          4206

Filipi 4: 11

Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Amsal13[/kitab]; [kitab]Galat2[/kitab]; [kitab]IRaja7-8[/kitab]

Bayangkan ketika Anda sedang berada dalam perjalanana bisnis. Lalu Anda menerima pemberitahuan bahwa jadwal pulang Anda menjadi lebih awal. Ini artinya bahwa Anda akan ketinggalan penerbangan sesuai jadwal atau Anda harus meninggalkan pertemuan bisnis Anda sebelum jadwal keberangkatan Anda. Nah, masalahnya adalah Anda akan meninggalkan urusan penting itu sebelum tuntas.

Tangan Anda akan mulai berkeringat dan perut Anda mulai mules Mungkin tekanan darah Anda akan naik dan jantung Anda akan berdebar-debar. Apakah Anda bisa merasakannya? Hidup di dunia yang serba menggantung dan berubah-ubah adalah hal yang paling tidak menyenangkan. Anda tidak memilih alternatif untuk menjadwalkan ulang penerbangan dan berharap akan ada peluang untuk bisa menukarnya dengan penerbangan lain yang tersedia. Tetapi Anda hanya menerimanya dengan pasrah.

Ketika sesuatu hal tidak sesuai dengan yang kita rencanakan. Saya mulai belajar untuk mencoba melakukan beberapa cara bijak ini.

Pertama, berpikir dengan pilihan-pilihan. Hal ini mungkin bisa dilakukan saat bercampur dengan rasa frustrasi dan bertanya, “Ok. Apa pilihan lain yang harus saya lakukan?” Jika Anda tidak bisa menyeberangi gunung, tanyalah bagaimana caranya bisa menikmati alam sekitar. Dan jika Anda tidak bisa menemukan jalan, cari cara untuk menemukan terowongan yang bisa dilalui.

Selanjutnya adalah ‘berdoalah’! Ya, Tuhan memang tidak mungkin akan memberi Anda penerbangan spesial sebagai ganti perubahan jadwal penerbangan Anda. Atau membuat operator maskapai penerbangan harus menunggu waktu yang lama untuk menerbangkan pesawat karena ada sesuatu yang ditunggu. Tetapi Tuhan tahu yang terbaik untuk Anda. Dia barangkali memberi kebijaksanaan dalam memikirkan pilihan yang tepat.

Setelah berdoa, berbicaralah pada diri sendiri. Katakan seperti ini, “Jangan panic. Ini bukan akhir dari segalanya. Kehidupan adalah waktu yang panjang dan setiap masalah ada solusinya.” Kalimat ini akan memberi Anda stimulus positif untuk tetap tenang. Daripada harus diselimuti emosi, rasa marah dan kekhawatiran yang berlebihan.

Daud, seorang yang pernah mengalami rasa frustrasi yang begitu mendalam bahkan menyarankan untuk ‘berdiam diri dihadapan Tuhan dan menantikan-Nya’. Samuel, nabi yang mengurapi Daud juga mengalami hal serupa, ketika dia harus menanti tujuh tahun yang panjang untuk menerima banyak sekali sakit hati dan kekecewaan. Tetapi dia berhasil melaluinya dengan terus percaya kepada Allah. Tidak heran dia juga berteriak, “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mazmur 27: 13).

Meskipun kehidupan tampak begitu abstrak dan gila, Allah melihat polanya secara detail dan hanya Dialah yang mengetahuinya. Itu sebabnya Anda bisa mempercayainya untuk bisa melewati rintangan yang menghalangi kemajuan Anda. Itulah satu-satunya cara Anda dan Paulus berkata, “..aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”

 

Jangan pernah menyerah dengan segala ketidakpastian hidup Anda, serahkanlah kekuatiranmu pada Tuhan

 

Ikuti Kami