daniel.tanamal

Official Writer
7529


Guru Besar Sejarah Gereja di Indonesia, Pendeta Prof Jan Sihar Aritonang mengirimkan surat kepada Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia mengenai “Kristen adalah Kafir” terkait dikeluarkannya Fatwa MUI nomor 56 Tahun 2016 tertanggal 14 Desember 2016, tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim.

Surat yang berisi sembilan poin pikiran dan argumen dari Jan Sihar tersebut dikirimnya kepada Komisi Fatwa MUI dengan tembusan ke Persekutuan  Gereja-gereja  di  Indonesia  (PGI). "Sepengetahuan saya, Nabi Muhammad SAW bergaul dengan akrab dan bersahabat dengan banyak orang Kristen (Nasrani) dan tidak pernah menyebut mereka kafir. Di dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang dikutip pada konsiderans Fatwa MUI ini pun tidak  ada  hadits  Nabi  yang  menyebut  orang  Kristen  sebagai  kafir," begitu bunyi surat di poin ketujuh, seperti yang diterima diberbagai media sosial dan elektronik, Senin (19/12/1985). (Baca: Ini Isi Surat Jan Aritonang kepada MUI terkait Kristen adalah Kafir)

Jan mengatakan juga bahwa jika Komisi Fatwa MUI, sehubungan dengan atribut keagamaan non-muslim, menyebut umat Kristen sebagai kafir, maka Komisi Fatwa MUI perlu memberi penjelasan dan mengemukakan argumen yang kuat. Untuk itu Jan bersedia diundang berdiskusi. “Saya bersedia diundang untuk mendiskusikan hal  ini  dalam  suasana  persahabatan  dan  persaudaraan.

Terakhir, Jan mengimbau Komisi Fatwa MUI agar tidak menerbitkan fatwa yang bisa ikut menambah panas suasana dan suhu kehidupan di Indonesia. “Dengan itu pula saya mengimbau Komisi Fatwa MUI agar tidak menerbitkan fatwa yang bisa ikut menambah panas suasana dan suhu kehidupan di negeri kita ini, sebaliknya menyampaikan fatwa ataupun pendapat yang mendatangkan kesejukan. Izinkanlah umat Kristen di Indonesia merayakan hari Natal (kelahiran) Yesus Kristus, yang kami yakini sebagai  Tuhan  dan  Juruselamat  dunia,  dalam  suasana  tenteram  dan  sejahtera,” tutupnya.

MUI sendiri memang telah mengeluarkan Fatwa terbarunya dalam Fatwa MUI nomor 56 Tahun 2016 tertanggal 14 Desember 2016, tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim. Seperti sudah diduga sebelumya, sampai saat ini dilapangan sudah ada aksi dari ormas keagamaan yang memakai fatwa tersebut untuk melakukan penertiban ke beberapa pusat perbelanjaan.

Sumber : Daniel Tanamal - Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7244

Banner Mitra Juli 1-2