4 Alasan Alkitabiah Suami-Istri yang Berpisah Wajib Rujuk Kembali

Marriage / 4 November 2016

4 Alasan Alkitabiah Suami-Istri yang Berpisah Wajib Rujuk Kembali
Budhi Marpaung Official Writer
22815
Pernikahan di dalam Kekristenan adalah sesuatu yang sakral. Bagi mereka yang masuk ke dalam fase ini, Allah menaruhkan tanggung jawab kepada masing-masing pihak. Akan tetapi, dalam perjalanan rumah tangga, semua tidak selalu berjalan dengan mulus. Tidak sedikit dari orang-orang percaya (orang-orang Kristen) yang pada akhirnya memilih untuk hidup dalam perseteruan dengan pasangannya atau lebih parahnya memutuskan untuk bercerai.

Kondisi ini bukanlah rencana Tuhan karena Dia mau pernikahan umat-Nya adalah selama-lamanya atau sampai maut memisahkan. Lalu, bagaimana seseorang harus bersikap terhadap pernikahannya yang memburuk? Alkitab menunjukkan bahwa hubungan yang telah terlanjur putus (berpisah sementara atau pun bercerai) harus dipersatukan lagi.

“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:27, 32)

Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. (I Korintus 7:10-11)

Kebenaran terhadap perujukan ini begitu penting bagi orang-orang Kristen. Mengapa? Jawabannya adalah karena 4 alasan berikut ini.

1. Rujuk kembali memberikan kesempatan kepada pasangan suami-istri atau pasangan yang dulunya pernah jadi suami-istri untuk mematahkan kuasa dosa dan kepahitan dalam hidup mereka (Yakobus 4:4-10, Ibrani 12-12-17)

2. Rujuk kembali memulihkan kesaksian Gereja Yesus Kristus dalam suatu zaman yang ditandai oleh banyaknya pelanggaran / pemutusan janji (II Timotius 3:3)

3. Rujuk kembali menggarisbawahi dan sekali lagi menekankan hal sehidup-semati yang terkandung dalam ikatan nikah (Matius 19:6,10)

4. Rujuk kembali merupakan kesaksian dari kasih karunia Allah yang mampu menaklukkan segala halangan kemanusiaan (Ibrani 12:15)


Baik suami maupun istri sama-sama memiliki kontribusi dalam sebuah hubungan yang terjalin. Oleh karena itulah, diperlukan kerendahan hati agar rumah tangga yang sudah dijalani tetap pada jalur yang benar, yang seperti Tuhan kehendaki terjadi di dalam kehidupan keluarga Kristen.

Sumber : Buku Memulihkan Keluarga / Dick Iverson dkk
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?