10 Ayat Alkitab yang Wajib Dipakai Saat Prosesi Pernikahan (Part 1)

Marriage / 31 October 2016

Kalangan Sendiri

10 Ayat Alkitab yang Wajib Dipakai Saat Prosesi Pernikahan (Part 1)

Lori Official Writer
11448

Dalam sebuah pernikahan, para pasangan biasanya akan memiliki satu kutipan ayat Alkitab yang spesial untuk dibacakan saat pembacaan janji suci. Seperti halnya dalam 1 Korintus 13 : 4-13 katanya, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain…”

Ini adalah ayat yang berisi pesan sindah tentang kekuatan cinta itu sendiri. Setiap pernikahan membutuhkan cinta karena cinta bisa meningkatkan keharmonisan dan hubungan serta mengurangi konflik dalam rumah tangga.

Nah, jika Anda juga ingin mendapatkan satu pesan firman yang kuat di hari pernikahan Anda 10 ayat Alkitab ini wajib jadi pilihan.

1. Pengkhotbah 4 : 9-12

Ayat ini memperlihatkan bahwa pernikahan adalah sebuah tim dan tim tersebut menyertakan Tuhan di dalamnya. “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

2. Roma 12: 9-16

Ayat ini mengingatkan setiap pasangan menikah untuk saling menghormati sebagai suami istri.

“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat....Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!” Roma 12 : 9-10, 16

3. Efesus 4 : 1-3

Para pasangan akan diingatkan dengan ayat ini bahwa sebagai pasangan yang telah dipersatukan Tuhan, hendaknya bisa bekerja sama untuk mencapai perdamaian dan pemulihan dalam pernikahan.

“Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera...”

4. Efesus 4 : 25-32

Komunikasi yang terbuka dan selalu berpikiran positif terhadap satu sama lain adalah kunci keberhasilan sebuah pernikahan. Untuk itulah, ayat ini menjadi salah satu pesan yang perlu disampaikan di dalam sebuah pernikahan.

“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu..” Efesus 4 : 25-26)

5. Matius 18 : 21-22

Konteks pengampunan tidak hanya berlaku dalam hubungan dengan orang lain. Pengampunan yang sangat penting dalam hubungan suami istri. Karena dengan mengampuni atau memaafkan setiap pasangan bisa terus belajar untuk menerima kekurangan pasangannya.

“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” (Matius 18 : 21-22).

Tuhanlah yang merancangkan pernikahan itu sendiri. Dia rindu agar pernikahan yang diikat dalam ikatan suci tersebut berhasil dan menjadi berkat. Sehingga mencapai kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga sepasang suami istri harus meletakkan firman Tuhan sebagai fondasi dasar pernikahan.

Sumber : Crosswalk.com/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami