4 Alasan Alkitabiah Mengapa Anda Perlu Menabung

4 Alasan Alkitabiah Mengapa Anda Perlu Menabung

Budhi Marpaung Official Writer
13646
Menabung bukanlah sesuatu yang baru kita. Dari sejak kecil bahkan orang tua di rumah atau guru di sekolah mendorong kita untuk menyisihkan uang untuk disimpan.

Faktanya, menabung itu bukanlah perkara yang mudah untuk dipraktikkan secara konsisten. Setelah Tuhan memanggil dan menyelamatkan kita, kita mengerti bahwa ketergantungan kita adalah bukan uang melainkan Tuhan. Hal ini akhirnya seolah-olah memunculkan sebuah kontroversi di kalangan umat Kristen tentang Menabung. Mengapa harus menabung? Bukankah menabung artinya kita tidak mengandalkan Tuhan?

Cerita lumbung Yusuf ketika ia mengetahui akan terjadi masa sukar di seluruh dunia bisa menunjukkan bahwa menabung tidak bertentangan dengan Alkitab. Di tuliskan di sana bahwa sebagai orang nomor doa di Mesir, Yusuf mendapat hikmat dari Tuhan untuk mengumpulkan sebagian dari hasil panen dalam 7 tahun masa kelimpahan, sehingga pada 7 tahun kekeringan, dunia termasuk keturunan perjanjian dari Allah terpelihara (Untuk selengkap kisah ini silahkan dibaca Kejadian 45).

Menabung sendiri di dalam Alkitab memiliki sejumlah tujuan. Berikut adalah empat alasan Alkitabiah mengapa kita perlu melakukannya:

1. Mempersiapkan diri untuk investasi (Pengkhotbah 11:1-2 – BIS)

“Tanamlah uangmu dalam usaha di luar negeri. Pasti kau dapat untung di kemudian hari. Tanamlah modalmu di berbagai niaga; carilah usaha sebanyak-banyaknya. Sebab orang perlu waspada, sebelum musibah menimpa.”

2. Mempersiapkan diri untuk keperluan masa depan (I Timotius 5:8)

“Tetapi jika ada seseorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.”

Secara praktis, dengan menabung, uang yang terkumpul tersebut dapat digunakan untuk keperluan:

1. Pemenuhan pendidikan

2. Membeli rumah dan kendaraan bermotor

3. Mempersiapkan diri untuk hal-hal tidak terduga (Pengkhotbah 11:2)

“Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.”

Secara praktis, dengan menabung, uang yang terkumpul tersebut dapat membuat kita memberi ketika orang lain mengalami kedukaan, masa-masa sukar / krisis, menjadi korban peristiwa bencana alam, dan bahkan ada pihak saudara sedang mengalami persoalan.

4.  Meninggalkan Warisan (Amsal 13:22)

“Orang bijak meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.”

Setelah kita mengetahui alasan-alasan secara alkitab, kita menjadi bersemangat untuk menabung. Karena menabung sesungguhnya bukanlah untuk diri sendiri, tetapi melainkan orang pihak lain.

Sumber : Buku Becoming the Economic Apostle / PAKARS Indonesia

Ikuti Kami