Perang Berdarah Terhadap Narkoba Di Filipina Tewaskan Gadis Kecil

Internasional / 30 August 2016

Kalangan Sendiri

Perang Berdarah Terhadap Narkoba Di Filipina Tewaskan Gadis Kecil

Puji Astuti Official Writer
2846

Filipina menjadi perhatian dunia setelah Presiden Rodrigo Duterte menyatakan perang terhadap sindikat narkoba dan memperbolehkan pihak berwajib dan masyarakat membunuh pengedar dan pengguna narkoba. Sejak dia terpilih pada bulan Mei, sekitar 2000 orang telah dibunuh. Ribuan orang menyerahkan diri dan menyesaki penjara-penjara karena takut nyawanya melayang. 

Duterte menyebut para pengedar dan pengguna narkoba bukanlah manusia setelah ia mendapatkan kecaman keras dari Sekjen PBB Ban Ki-moon. Menurutnya banyak pengguna narkoba sudah tidak bisa direhabilitasi. 

Korban tak bersalah

Yang menyedihkan adalah dalam perang terhadap narkoba ini ada nyawa tak bersalah yang melayang. Salah satu contohnya adalah gadis kecil berusia 5 tahun bernama Danica May Garcia. Danica tewas ditembak oleh dua orang yang menggunakan motor saat ia berada di toko milik keluarganya, demikian keterangan polisi di Dagupan, Provinsi Pangasinan demikian berita yang dirilis oleh CNN.com. 

Siapa target utama penembakan itu? Yaitu kakek gadis itu. Menurut pemimpin di komunitas tempat Danica tinggal, sang kakek Maximo Garcia telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian untuk membersihkan namanya bersama lusinan orang yang dituduh sebagai pengguna narkoba. 

Garcia kemudian dibebaskan dan kembali kekeluarganya, namun kemudian terjadi peristiwa yang menewaskan Danica dan juga melukai sang kakek yang kemudian dilarikan ke rumah sakit. 

Mantan petinju dunia Manny Pacquiao dukung hukuman mati 

Mantan juara dunia tinju dan juga senator Filipina, Manny Pacquiao menyatakan bahwa dirinya mendukung penetapan hukuman mati dinegara dengan penduduk mayoritas beragama Katolik tersebut. Bahkan Manny mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung pendiriannya pentingnya penetapan hukuman mati di Filipina. 

"Jadi, pada masalah penetapan hukuman mati, mau tidak mau saya melihat kembali pada Alkitab," dia menjelaskan. Ayat yang ia bagikan adalah Kejadian 9:6, yang menyatakan : "Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri." 

Manny Pacquiao mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan untuk menghentikan epidemi narkoba di negara tersebut.  Walau demikian Manny Pacquiao mendorong adanya pengadilan yang adil terhadap para tertuduh. 

Memerangi peredaran narkoba memang tidak mudah, namun perang berdarah di Filipina sudah membuat ribuan nyawa melayang bahkan tanpa diadili terlebih dahulu. Kedepan mungkin akan banyak korban jiwa seperti Danica, orang-orang yang tidak bersalah namun nyawanya melayang karena hukum rimba diperbolehkan. Mari dukung doa untuk Filipina agar keadilan bisa ditegakkan di negara tersebut dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih. 

Sumber : CNN.com | Christianheadlines.com
Halaman :
1

Ikuti Kami