Pendeta Ini Mengundurkan Diri Sebab Gereja Tolak Kompromi Tentang LGBT
Sumber: Christianpost.com

Internasional / 21 June 2016

Kalangan Sendiri

Pendeta Ini Mengundurkan Diri Sebab Gereja Tolak Kompromi Tentang LGBT

Puji Astuti Official Writer
11018

Seorang pendeta di California, Amerika Serikat mengundurkan diri setelah gerejanya membuat pernyataan tegas bahwa gereja tersebut tidak mendukung hubungan sesama jenis. Gerald Sharon, pendeta gereja Southwest Church di Indian Wells, California yang juga mantan pendeta di Saddleback Church yang digembalakan oleh Rick Warren menyatakan bahwa ia mengundurkan diri karena dia berpendapat bahwa ketegasan gereja tersebut membuat mereka tidak bisa menjadi tempat yang nyaman bagi kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). 

Sharon berharap gereja bisa mengubah keputusan mereka, yaitu untuk "tidak mengakui ataupun juga tidak menolak homoseksualitas", hal itu ia nyatakan dalam suratnya kepada para pemimpin gereja pada 6 Juni 2016 lalu. Namun para penatua gereja bergeming dengan keputusan mereka. 

"Saya tidak akan bergabung dengan para penatua dalam menandatangani surat penegasan posisi gereja tersebut karena saya percaya hal itu akan membatasi kemampuan gereja untuk mengasihi orang-orang dimana mereka berada," jelas Sharon. "Atas permintaan mereka, saya memberikan surat pengunduran diri sebagai pendeta di Southwest Church."

Dick Williams, anggota dari penatua gereja tersebut mengumumkan jemaat bahwa Sharon "mengubah posisinya" pada dokrin Alkitab tentang seksualitas dan memberikan surat pengunduran dirinya kepada para penatua. 

"Gerald tidak lagi bisa menyatakan bahwa definisi pernikahan adalah antara pria dan wanita," jelas Williams. "Hingga bisa seperti itu, ada banyak area teologi dan ayat yang berhubungan dengan seksualitas, indetifikasi gender, pernikhan dan orientasi seksual yang Gerald tidak setuju dengan pandangan dewan penatua."

Pihak gereja merasa bahwa keputusan ini adalah yang terbaik untuk jemaat. Walau demikian ada beberapa orang jemaat yang melakukan protes dan menyatakan dukungan atas pandangan Gerald Sharon. Dalam protes itu mereka juga mengibarkan bendera pelangi lambang komunitas LGBT. 

Hari-hari ini gereja diperhadapkan dengan keputusan yang sulit, yaitu untuk kompromi atau berpegang teguh kepada kebenaran Firman Tuhan, salah satunya adalah tentang masalah LGBT. Bahkan hal ini sudah mulai menggoncang gereja-gereja di Indonesia dengan adanya isu serupa, yaitu beredarnya pesan Pastoral PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) yang meminta gereja untuk menerima dan memperjuangkan hak-hak kelompok LGBT (berita selengkapnya klik disini)

Sumber : Christianpost.com | Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami